PPKM Level III Belum Bisa Tambah Kapasitas Siswa, dr Tresna: Masih Berkerumun di Luar Kelas

oleh -8 views
BUBAR SEKOLAH. Situasi saat bubar sekolah di depan SMPN 1 Kota Cirebon, para murid terlihat menunggu jemputan. FOTO: ASEP SAEPUL MIELAH/RAKYAT CIREBON

RAKYATCIREBON.ID – Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas sudah diberlakukan di Kota Cirebon. Sampai pekan kedua ini, Satgas Covid di tingkat Kota Cirebon terus memantau agar semua berjalan sesuai dengan harapan.

“Sampai saat ini alhamdulillah terkendali. Protokol di sekolah juga kita lihat sudah terjaga. Kita minta Disdik terus monitor, termasuk memonitor di wilayah. Dari perkembangan kasus landai. Melihat data, penambahan kasus positif kita sudah di level I, rawat inap atau BORR masih di level III, kemudian kematian di level II,” ungkap Ketua Harian Satgas Covid-19 Kota Cirebon, Drs H Agus Mulyadi MSi.

Menurut ketentuan di leveling PPKM yang sedang berjalan, saat ini Kota Cirebon masih ada di level III. Ketentuan PTM masih dikembalikan ke sekolah. Di beberapa sekolah, jika memang memungkinkan bisa menerapkan PTM untuk 50 persen siswanya. Sedangkan untuk sekolah yang memiliki banyak murid dan masih rentan kerumunan, harus menerapkan 25 persen saja.

“Secara formal untuk penambahan kapasitas, kalau sudah masuk di level II, kita bisa menambah kapasitas. Tapi leveling II itu cukup berat. Dari tiga indikator, yakni penambahan kasus kita harus di level I. Sekarang baru masuk level II, dan maksimal bisa sampai 50 persen, dengan catatan,” lanjut Agus.

Mengenai protokol kesehatan di sekolah, dijelaskan Agus, saat ini terpantau cukup baik. Hanya saja memang ia melihat ada beberapa metode yang harus dikombinasi. Di antaranya ada metode Blended dan Shifting yang harus dikolaborasikan agar kelas tidak terlalu penuh.

“Prokes di sekolah, kemarin kita lihat sudah cukup baik. Ada beberapa metode yang perlu dikombinasi supaya di kelas tidak terlalu penuh. Kalau level II masih di 50 persen, tapi di PTM terbatas. Kalau kita lihat dua bulan tidak ada penambahan kasus signifikan, baru boleh naik 100 persen. Semua siswa bisa PTM,” kata Agus.

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Kota Cirebon, dr Tresnawaty SpB mengatakan, sampai sepekan berjalan, meskipun belum turun langsung melakukan pemantauan ke lapangan, Komisi III melihat pelaksanaan PTM di kelas sudah berjalan dengan baik.

Namun di luar pelaksanaan PTM di ruang kelas, ada beberapa hal yang ia soroti. Di antaranya situasi saat sebelum masuk kelas, serta saat pulang. Masih terlihat tidak ada pengaturan, sehingga siswa tidak langsung pulang ke rumah.

“Tetapi justru terjadi kerumuman di luar sekolah saat menjemput anak anak. Itu di luar tanggung jawab sekolah lagi. Melainkan tanggung jawab dari para orang tua. Jangan sampai di luar ruang kelas terjadi kerumunan. Insya Allah besok (hari ini, red) kita monitor ke sekolah,” kata dr Tresna.

Terpisah, mengawali tugas barunya, Kapolres Cirebon Kota, AKBP M Fahri Siregar turun ke lapangan mengecek pelaksanaan PTM terbatas. Kapolres bersama jajaran berkesempatan meninjau pelaksanaan PTM terbatas di SMAN 1 Kota Cirebon.

Dalam keterangannya, Fahri mengungkapkan, pelaksanaan PTM berjalan dengan baik, protokol kesehatan yang disyaratkan untuk sekolah pun dipenuhi dan dilaksanakan secara ketat.

“Hasil pengamatan dan pengecekan langsung, di SMAN 1 Kota Cirebon sudah menerapkan protokol kesehatan. Di antaranya ada sarana cuci tangan, pengecekan suhu dan kapasitas siswa di dalam kelas sesuai ketentuan pemerintah,” ungkap Fahri. (sep)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.