Pintu Masjidil Haram Ditutup, Jumatan di Masjid Terdekat

oleh -2 views
Cari Masjid
PILIH BALIK LAGI. Sejumlah jamaah memilih putar balik mencari masjid untuk Salat Jumat. Hal itu karena 2 kilometer menuju Masjidil Haram ditutup, dua jam jelang Salat Jumat.

Beberapa meter lagi sampai di hotel Fajar Badi, tempat menginap rombongan Umrah Ramadan Bersama Salam Tour, Dzaky punya ide. “Daripada salat Jumat di aspal (lapangan), mendingan kita salat di masjid dekat hotel,” sarannya.

Dzaky memang cukup hafal wilayah Misfalah. Soalnya, dia sering melaksanakan ibadah umrah.

Sesampainya di masjid, sekitar pukul 10.15, suasana masih sepi. Berbeda ketika melihat jamaah yang menuju Masjidil Haram, berbondong bondong dan berdesakan mencari pahala besar salat di sana. Mendekati adzan Dzuhur, jamaah di masjid yang kami tempati mulai dipadati. Hingga adzan pertama, jamaah terus berdesakan. Tidak sedikit yang bertengkar untuk berebut tempat. Saking banyaknya jamaah Salat Jumat, ada yang salat hingga keluar masjid. Satu saff salat yang biasa, diisi dua saff. Jarak antarsaff jadi pendek.

“Insya Allah pahala salat di sini sama dengan di Masjidil Haram karena masih satu tempat,” kata Dzaky.

Jelang Khotbah, jamaah di masjid bernama Mahmudallah terus merangsek masuk. Sambil menunggu adzan, saya sempatkan diri untuk menulis berita ini. Karena sering memperlihatkan ponsel, dan itu terkesan aneh di hadapan jamaah, saya sempat ditegur seseorang di belakang saff saya. Dengan menggunakan bahasa Arab, orang berjanggut itu menunjuk ponsel saya, dengan gestur tak senang. Lalu, saya jawab dengan menggunakan bahasa Inggris, “I’m reporter from Indonesia. So, I write my report on this phone,”. Akhirnya pria paruh baya itu mengangguk, tanda memahami kondisi tersebut.

Dalam khutbahnya, Khotib menganjurkan perbanyak ibadah di 10 hari terakhir. Seperti yang dilakukan Rasulullah SAW. Khotib juga mengajak para jamaah untuk beriktikaf.

Saat salat, saff salat menjadi lebih sempit. Untuk sujud saja harus menekuk pinggang. Bahkan, di samping ujung kaki saya ada kepala orang yang sedang sujud.

Setelah selesai salat Jumat, kami dan rombongan kembali ke hotel. Nahas, sandal kami raib. Hanya punya Haji Hasan yang utuh. Ini jadi pelajaran berharga bagi jamaah yang menetap di Misfalah. Jika salat Jumat tak kebagian tempat di Masjidil Haram, bisa salat di salah satu masjid terdekat. Lalu, jangan sampai sandal Anda ditaruh di penitipan yang tanpa penjaga. Lebih baik, bawa sandal Anda ke dalam masjid dengan tas. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.