Pilwalkot Menghangat, Walikota Ingatkan Parpol Tak Lupakan Tugas Utama

oleh -9 views
Walikota Cirebon, Nashrudin Azis

RAKYATCIREBON.ID – Dinamika politik di Kota Cirebon pada awal 2021 ini cukup hangat. Sejumlah politisi mulai muncul ke permukaan publik dengan motif untuk menuju Pilwalkot Cirebon ke depan. Bahkan Partai Golkar secara terbuka sudah merilis lima kadernya dalam bursa kandidat yang disiapkan untuk pilwalkot.

Bagaimana respons PDIP yang beberapa kali memegang tampuk kekuasaan di Kota Cirebon?

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Cirebon, Fitria Pamungkaswati mengatakan, pihaknya belum bisa mengambil sikap secara resmi terkait bursa calon walikota dan wakil walikota, sebagaimana dilakukan DPD Partai Golkar Kota Cirebon.

“Kita belum bisa seperti itu. Kemungkinan di akhir tahun 2021 baru ke arah sana. Tapi prinsipnya, menunggu instruksi dari DPP PDI Perjuangan. Dan yang jelas, kita menginginkan dan berharap yang diusung nanti adalah kader PDI Perjuangan,” katanya.

Dikatakan Fitria, saat ini pihaknya masih konsentrasi pada penguatan struktur kepengurusan hingga tingkat paling bawah. Jika sudah selesai, barulah akan benar-benar menatap pilwalkot dengan optimistis. “Kita masih fokus di penguatan struktur partai,” ucapnya.

Terpisah, Walikota Cirebon Drs H Nashrudin Azis SH turut angkat bicara. Beberapa hari terakhir ini, Azis mengikuti dinamika tersebut melalui pemberitaan di media massa. “Saya melihat ada sebuah semangat yang tinggi dari teman-teman partai (politisi, red) yang ada di Kota Cirebon. Jadi, saya menyambut positif,” ungkap Azis usai menghadiri acara Korpri Kota Cirebon di Hotel Prima, Selasa (19/1).

Namun, orang nomor satu di Kota Cirebon itu mengingatkan kepada para politisi yang berhasrat maju di Pilwalkot Cirebon maupun parpolnya, untuk tidak mengesampingkan tugasnya sebagai komponen dalam pembangunan daerah. Jangan hanya bicara hasrat untuk berkuasa, tapi lupa tanggung jawab untuk bersama-sama membangun daerahnya.

“Namun demikian, jangan sampai lupa. Kita semua masih punya tugas membangun Kota Cirebon sampai 2023. Jadi, teman-teman partai sebagai salah satu pendukung penyelenggaraan pemerintahan, tentu tetap bisa berimbang antara persiapan pilwalkot maupun sumbangsih kepada pemerintah daerah untuk kepentingan masyarakat,” tuturnya.

Menurutnya, keinginan untuk menjadi kontestan pada Pilwalkot Cirebon yang besar kemungkinan digelar 2023, harus diseimbangkan dengan tingginya kadar pengabdian kepada masyarakat. “Karena hakikatnya masyarakat selalu menginginkan kotanya lebih baik ke depan,” kata dia.

Diberitakan sebelumnya, jika Partai Golkar sudah meluncurkan lima kadernya dalam bursa calon walikota dan wakil walikota untuk Pilwalkot Cirebon ke depan. Sikap berbeda diambil Partai Amanat Nasional (PAN). Partai politik berlambang matahari itu menilai, terlalu dini jika kini sudah mulai riuh terkait pilwalkot.

“Karena bagi kami, bicara pilkada untuk saat-saat ini masih terlalu prematur. Kami lebih ingin fokus melalui anggota fraksi bisa lebih banyak berbuat untuk masyarakat, sampai akhir masa jabatan DPRD,” ungkap Ketua DPD PAN Kota Cirebon, Dani Mardani SH MH.

Dani yang baru terpilih kembali menjadi ketua DPD PAN tengah konsentrasi pada penyusunan struktur kepengurusan. Ia diberi mandat oleh DPP PAN sebagai formatur tunggal untuk menyusun kepengurusan DPD PAN Kota Cirebon periode 2020-2025.

“Karena memang konsentrasi kita lebih kepada struktur dulu. Mulai dari DPD, DPC, DPRT, sampai tingkat rayon atau RW. Setelah agenda strukturisasi partai ini, barulah mungkin kita akan bicara soal pilkada,” katanya. (jri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *