Pilih Korban Secara Acak, Amati Situasi, Lalu Bawa Kabur Kendaraan

oleh -28 views
TUNJUKAN BARBUK. Kapolres Ciko, AKBP Imron Ermawan menunjukkan barang bukti kunci mobil yang dicuri kedua pelaku.

RAKYATCIREBON.ID – Jajaran Satreskrim Polres Cirebon Kota berhasil membongkar sindikat pencurian mobil spesialis antar provinsi.

Kepolisian  terpaksa menembak pelaku karena mencoba melawan petugas.

“Ini perkara pencurian dengan pemberatan, spesialis R4 (roda empat, red) yang bergerak Antar Kota Antar Provinsi (AKAP),” ungkap Kapolres Cirebon Kota, AKBP Imron Ermawan di Mapolres Cirebon Kota.

Dua pelaku utama  US alias Dorman, serta AR alias Poles. Keduanya diamankan di dua tempat berbeda.

US ditangkap di daerah asalnya di Indramayu, sedangkan AR diringkus di wilayah Kabupaten Cirebon.

Petugas Satreskrim juga mengamankan dua tersangka lain yang berperan sebagai penadah dari kendaraan-kendaraan yang dicuri.

“Karena melawan, timsus kita memberikan tindakan tegas terukur kepada keduanya,” lanjut Imron.

Dari tangan kedua pelaku, serta penadah, kepolisian menemukan barang bukti lima unit mobil hasil kejahatan di Kota Cirebon, serta tujuh unit lain hasil pencurian di wilayah Jawa Tengah dan DKI Jakarta.

Rinciannya, satu unit merupakan hasil curian di daerah Semarang, satu unit di Cikarang dan sisanya tersebar hasil operasi di daerah Jakarta.

Modus operandi yang digunakan, kata Imron, mereka memilih korbannya secara acak. Mereka melihat, mengamati, serta memantau keadaan sekitar, sehingga saat ada kesempatan, mobil incarannya langsung mereka bawa lari.

Hasil dari setiap pencurian yang mereka lakukan, langsung dijual kepada penadah yang ada di Jakarta dan Semarang. Sementara ini dua penadah dari Semarang juga telah berhasil diamankan.

“Pelaku memantau kelalaian dan kelemahan korban. Dua tersangka mengaku ada 12 TKP, tapi kita yakin lebih dari itu. Selain mobil, kita juga amankan satu kunci astag dan dua anak kuncinya,” jelas Imron.

Atas perbuatannya, kini para pelaku utama akan dikenakan pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman paling lama 7 tahun kurungan.

Sementara itu, saat diinterogasi Kapolres di depan awak media, US menuturkan bahwa dalam aksinya, ia memilih korban secara acak. Dan untuk membawa lari satu unit kendaraam R4, ia hanya butuh waktu 15 menit saja.

“Biasanya hanya butuh waktu 15 menit. Kita pilih acak, tapi yang paling laku jenis L300. Saya jual biasanya harga 20 juta, sudah kurang lebih satu tahun,” ungkap US. (sep)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.