PGRI Serahkan Bantuan, Malah Dapat Keluhan

oleh -25 views
Ketua PGRI Kabupaten Cirebon, Yeyet Nurhayati menyalurkan bantuan sembako kepada warga Desa Mekarsari Kecamatan Waled yang belum lama ini tertimpa banjir
Ketua PGRI Kabupaten Cirebon, Yeyet Nurhayati menyalurkan bantuan sembako kepada warga Desa Mekarsari Kecamatan Waled yang belum lama ini tertimpa banjir

RAKYATCIREBON.ID – PGRI Kabupaten Cirebon langsung turun, menyalurkan bantuan kepada masyarakat Desa Mekarsari Kecamatan Waled Kabupaten Cirebon. Pasalnya, belum lama ini, banjir terjadi. Menenggelamkan rumah warga disekitar aliran Sungai Ciberes.

Ketua PGRI Kabupaten Cirebon, Yeyet Nurhayati menjelaskan pihaknya terenyuh dengan bencana banjir yang telah menimpa masyarakat di Kecamatan Waled. Makanya, langsung bergerak cepat menyalurkan bantuan.

“Kita melalui program dompet peduli, sudah menyalurkan bantuan kepada masyarakat Desa Mekarsari yang tertimpa bencana banjir. Penyaluran bantuan ini, sebagai bentuk rasa peduli kami terhadap sesama. Jadi bukan hanya ke sekolah-sekolah saja,” kata Yeyet, Jumat (14/1).

Rupanya, selain menyalurkan bantuan, PGRI juga mendapatkan keluhan dari masyarakat Mekarsari. Pasalnya, bencana banjir sudah sering terjadi. Hampir setiap tahun selalu ada. Bahkan masyarakatnya selalu dirundung kekhawatiran ketika sudah masuk musim hujan.

“Tadi, kita disambut baik oleh kuwunya. Kebetulan beliau masih baru. Beliau pun mengeluhkan kondisi didesanya. Curhat ke kami, kalau warganya khawatir. Deg-degan setiap turun hujan,” katanya.

Sebenarnya, mereka itu, kata Yeyet tidak membutuhkan adanya bantuan-bantuan seperti yang PGRI lakukan. Yang dibutuhkan, adalah solusi untuk menyelesaikan persoalan banjir. Karena, ketika berbicara banjir persoalannya bukan karena Sungai Ciberes dangkal. Karena Sungai Ciberes baru saja di keruk.

“Artinya meluapnya Sungai Ciberes ini bukan karena dangkal sungainya. Tapi karena memang volume airnya yang benar-benar besar. Mereka menduganya, banjir yang terjadi itu, merupakan air kiriman dari Kuningan. Mereka butuh solusi, untuk menanganinya,” katanya Yeyet mengulang ucapan kuwu Desa Mekarsari.

Kebetulan kata Yeyet, disana (Kuningan, red) terdapat eksploitasi alam. Ada galian C. Airnya tak tertampung, karena volume airnya banyak. “Sebenarnya, Sungai Ciberes sudah di keruk. Tapi tetap saja terjadi. Karena diduga terdapat galian C di Kuningan. Yang airnya mengalir ke Ciberes dan meluap ke rumah-rumha warga ini,” kata dia.

Pihaknya mengaku soal itu, memang bukan menjadi kewenangan PGRI. Tapi, Yeyet berjanji akan menindaklanjuti dengan menyampaikan ke legislatif. “Kami janji, soal keluhan warga ini, akan disampaikan ke DPRD. Mudah-mudahan solusinya bisa didapatkan,”pungkasnya. (zen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.