Petugas Gabungan Intens Razia Kostan

oleh -8 views
RAZIA.
RAZIA. Petugas gabungan Muspika Jatibarang memeriksa identitas penghuni kostan dan meminta pemilik kostan waspada.

JATIBARANG – Petugas gabungan Muspika Jatibarang secara intens melakukan razia terhadap para penghuni kostan. Petugas yang terdiri dari unsur pemerintah kecamatan beserta Satpol PP, polsek, dan koramil itu menyisir setiap tempat kostan untuk memastikan kondusivitas di wilayahnya.

Camat Jatibarang, Indra Mulyana AP MSi mengatakan, razia yang dilakukan bersama unsur lainnya ditingkat wilayah tugasnya itu merupakan upaya untuk meningkatkan kewaspadaan pasca insiden rangkaian peristiwa teror di sejumlah daerah belum lama ini. Juga sebagai upaya menciptakan keamanan, ketertiban, dan kenyamanan di bulan suci Ramadhan 1439 Hijriyah.

“Kami secara bersama-sama dengan kepolisian dan TNI di Kecamatan Jatibarang berupaya menjaga kondusivitas dan meningkatkan rasa aman masyarakat. Kewaspadaan perlu lebih ditingkatkan lagi mengingat rangkaian kejadian aksi terorisme di beberapa daerah,” jelasnya, Kamis (17/5).

Kepada para pemilik kostan, pihaknya menekankan agar selektif dan teliti dalam menerima calon penyewa kamarnya. Terutama meminta identitas aslinya. Langkah ini tentunya untuk dapat mengetahui sejak dini kejelasan identitas penghuni kostan. “Pemilik kostan jangan asal menerima orang yang mau sewa kamar. Tanyakan dan pastikan identitasnya,” ujarnya.

Bersamaan dengan razia tersebut, disosialisasikan pula Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 tahun 2017 tentang penyelenggaraan rumah kostan. Regulasi ini harus diketahui dan dipahami oleh para pemilik kostan. “Perda ini sebelumnya sudah disosialisasikan, dan kami kembali mengingatkan pemilik kostan. Salah satu aturannya, bagi pemilik tempat kostan yang memiliki lebih dari lima kamar harus menempuh perijinannya di tingkat kabupaten. Sedangkan yang memiliki tempat kostan kurang dari lima kamar perijinannya cukup di tingkat kecamatan,” papar Indra.

Sementara itu, dari razia yang dilakukan kali ini berhasil mengamankan pasangan bukan suami isteri dari salah satu kamar sebuah tempat kostan. Meski keduanya berdalih sudah menikah siri, namun pihaknya harus memeriksanya lebih lanjut dengan membawanya. “Razia seperti ini masih akan terus kami lakukan, waktunya acak,” tandas dia. (tar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.