Petani di Jatiwangi Protes, Butuh Solar untuk Mengairi Sawah

oleh -2 views
BERI BANTUAN. Anggota DPR RI, H Sutrisno (kanan) melihat langsung kondisi lahan pertanian di Jatiwangi Majalengka yang sulit mendapatkan pasokan air. Sutrisno berjanji akan membantu produksi padi lebih banyak. FOTO: HASANUDIN/RAKYAT CIREBON

RAKYATCIREBON.ID – Puluhan petani di wilayah Kecamatan Jatiwangi Kabupaten Majalengka tersenyum senang, karena mendapatkan bantuan program untuk meningkatkan produksi padi.

Biasanya, pada musim tanam ketiga itu, para petani di wilayah kecamatan, yang area tanahnya berdekatan dengan jalur tol Cipali itu, mereka akan kesulitan pasokan air.

Kendala muncul, ketika kebutuhan air untuk mengairi sawah terkendala oleh mesin pompa air yang sulit untuk mendapatkan bahan baku solar.

“Sudah sepuluh hari kami kesulitan air. Air di wilayah sini kan harus dipompa, sementara pompa butuh solar. Tapi kami kesulitan untuk mendapatkan solar, meski jarak pom sangat dekat,” ujar sejumlah petani, di dekat lokasi rest area Cipali, Senin (13/9).

Hal tersebut juga diungkapkan Kepala Desa Jatiwangi, H Mochammad Cholid mengatakan, pihaknya telah melakukan protes kepada pihak rest area untuk mendapatkan bahan baku solar.

“Belum ada titik temu, karena katanya terkendala aturan,” ungkapnya.

Sementara itu, Anggota DPR RI dapil Sumedang Majalengka Subang dari fraksi PDIP, H Sutrisno mengatakan program peningkatan penangkaran produksi pertanian di wilayah Jatiwangi tersebut, mendapatkan support dari dua lembaga.

Oleh karena itu, pihaknya mendorong agar persoalan bahan baku solar dapat dipermudah untuk kepentingan masyarakat.

“Seharusnya dipermudah, ini untuk kepentingan masyarakat, bukan pribadi. Kalau perlu nanti saya surati (pengelola rest area, red),” ujarnya.

Mantan Bupati Majalengka dua periode ini menambahkan, program ini akan membantu produksi padi lebih banyak, karena ada penambahan sepuluh hektar. “Tadinya 20 hektare, sekarang jadi 30 hektar,” ucapnya.

Ditjen Tanaman Pangan, Rahmat mengatakan, program tersebut merupakan yang pertama kali dan merupakan percontohan di wilayah Kabupaten Majalengka. Optimalisasi produksi pertanian harus terus didukung oleh semua pihak.

“Biasanya musim tanam ketiga ini, petani di sini tidak tanam, kita dorong untuk bisa menanam kembali,” ungkapnya.

Sementara itu menanggapi protes para petani Jatiwangi, dari pihak rest area mengatakan, pihaknya menyarankan petani untuk membuat surat pengajuan pembelian solar sesuai kapasitas yang diperlukan per-harinya.

Meski jarak lahan pertanian yang sedang digarap berdekatan dengan SPBU, namun pihak pengelola rest area terkendala peraturan dan manajemen, untuk mengeluarkan kebutuhan solar para petani tersebut.(hsn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.