Pertemuan Empat Jenderal dan Warga Batal

oleh -4 views
Pemkot Akui Debu Batubara Masih Selimuti Pemukiman Pesisir


KEJAKSAN – Rencana pertemuan yang digagas Walikota Cirebon, Drs Nasrudin Azis SH bersama DPRD Kota Cirebon, perwakilan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Cirebon, PT Pelindo II Cabang Cirebon dan perwakilan warga sekitar Pelabuhan Cirebon, tiba-tiba batal.

batu bara pelindo cirebon
Batu bara di pelabuhan Cirebon. Doc. Rakyat Cirebon

Padahal, rencana pertemuan itu sudah disepakati oleh “empat jenderal” saat bertemu pada Senin (15/2) malam, di salahsatu restoran ternama di Jalan Bahagia Kota Cirebon.

Mereka bersepakat untuk diadakan pertemuan bersama dengan melibatkan perwakilan warga.
Namun, pertemuan yang direncanakan itu batal terlaksana.

Tak ada agenda kerja walikota di Bagian Humas dan Protokoler Setda Kota Cirebon yang menyebutkan pembahasan batubara.

“Pak Walikota tidak ada agenda untuk rapat soal batubara,” ungkap sumber Rakcer di internal setda, kemarin.

Sementara itu, Asda Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Kota Cirebon, Drs Jaja Sulaeman mengatakan, pihaknya menghormati surat rekomendasi yang telah diterbitkan oleh DPRD Kota Cirebon terkait penutupan aktivitas bongkar muat batubara.

“Pak Walikota menghormati surat dari dewan itu,” ungkap Jaja, ditemui di balaikota.

Termasuk, kata Jaja, pihaknya juga menghargai upaya DPRD Kota Cirebon yang akan menyurati dan mendatangi Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK). “Kita menunggu karena keputusan penutupan itu di pusat,” kata dia.

Setelah itu, kata Jaja, semua pihak harus menghargai keputusan dari pemerintah pusat terkait ditutup atau tidaknya aktivitas bongkar muat batubara di Pelabuhan Cirebon.

“Tinggal bagaimana Kemenhub saja. Kita harus menghormati,” katanya.

Disisi lain, Jaja juga mengakui, polusi debu batubara masih ada di wilayah Pesisir dan sekitarnya. Pihaknya sudah melakukan pengecekan langsung ke tengah pemukiman warga sekitar Pelabuhan Cirebon.

“Memang debu (batubara) masih ada, setelah kita cek langsung. Tapi memang berkurang,” katanya.

Disinggung rencana pertemuan antara walikota, DPRD, KSOP, PT Pelindo dan perwakilan warga, Jaja mengaku, dirinya belum mengetahui rencana itu.

“Agenda hari ini? Saya belum tahu,” katanya.

Seperti diketahui, Ketua DPRD Kota Cirebon, Edi Suripno SIP MSi mengakui, Senin malam, pertemuan yang diistilahkan oleh walikota pertemuan “empat jenderal” sudah dilakukan, di salahsatu restoran di Jalan Bahagia Kota Cirebon.

Tapi, Edi menegaskan, tidak ada kesepakatan apapun dalam pertemuan itu.

Ia hanya ingin menyepakati sesuatu hal di forum bersama disaksikan unsur masyarakat.

“Karena saya tidak mau menyepakati sesuatu hal bukan di acara resmi. Jadi, tidak ada kesepakatan apapun dalam pertemuan tadi malam (Senin malam, red). Saya sih tetap meminta agar itu ditutup. Tapi Pak Revo (kepala KSOP) menjawab, dia tidak punya kewenangan itu. Saya tidak mau menjelaskan ke masyarakat, silahkan KSOP ke masyarakat langsung,” tuturnya.

Disampaikan Edi, direncanakan, hari ini, walikota akan mengundang semua pihak terkait dalam persoalan batubara untuk bermusyawarah bersama di Balaikota Cirebon.

Direncanakan, selain DPRD, KSOP dan PT Pelindo II Cabang Cirebon, perwakilan warga juga akan dilibatkan. (jri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.