Pertamina Komitmen Beri Kompensasi akibat Insiden Terbakarnya Tangki

oleh -73 views
KOMITMEN. Pertamina RU VI Balongan melakukan sosialisasi dan verifikasi data laporan warga terdampak ledakan dan kebakaran tangki kilang. FOTO: TARDIARTO AZZA/RAKYAT CIREBON

RAKYATCIREBON.ID – Pertamina RU VI Balongan dipastikan berkomitmen untuk memberikan kompensasi bagi warga terdampak ledakan dan terbakarnya 4 tangki BBM di area kilang. Saat ini tengah dilakukan verifikasi data laporan secara simultan.

Kepastian komitmen itu disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif saat mengunjungi lokasi tangki yang terbakar di kilang Pertamina RU VI Balongan, Kabupaten Indramayu, Sabtu (3/4) lalu. Dalam kunjungannya turut mendampingi, Dirut Pertamina, Nicke Widyawati dan Bupati Indramayu, Nina Agustina.

“Terhadap masyarakat yang terdampak akibat kejadian ini, Pertamina berkomitmen untuk memberikan kompensasi,’’ jelasnya.

Kompensasi itu berupa fisik perbaikan rumah maupun trauma healing. Termasuk apabila ada usaha warga yang juga terdampak peristiwa tersebut. Bahkan terhadap warga yang menjadi korban ledakan itu, saat ini masih dilakukan perawatan di RS Pertamina Jakarta karena mengalami luka yang cukup serius. Meski demikian diharapkan kondisinya segera membaik dan bisa keluar dari unit perawatan khusus.

Disampaikan, ada enam warga yang mengalami luka bakar dengan kondisi parah akibat peristiwa ledakan dan kebakaran tangki Pertamina pada Senin (29/3) dini hari lalu. Para korban merupakan masyarakat umum yang kebetulan sedang melintas di jalan raya sekitar lokasi kejadian.

Unit Manager Communication Relation CSR RU VI Balongan, Cecep Supriyatna mengatakan, Pertamina telah melakukan sosialisasi dan verifikasi data laporan warga terdampak ledakan dan kebakaran secara simultan. Data tersebut dihimpun melalui laporan warga terdampak kepada pengurus RT dan RW yang dikumpulkan ke kecamatan.

Adapun sosialisasi terkait kegiatan verifikasi kerusakan rumah warga itu telah dilaksanakan di Desa Majakerta pada Sabtu (3/4) lalu. Sehari sebelumnya, Jumat (2/4), sosialisasi serupa dilaksanakan di Desa Sukaurip, Balongan, dan Tegalurung.

Dalam sosialisasi itu Pertamina menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat. Juga menjelaskan upaya yang dilakukan perusahaan dalam menanggulangi peristiwa di area kilang tersebut.

‘’Tim gabungan sudah dibentuk oleh Pemda Indramayu. Kami bersama tim melakukan pendataan dan verifikasi kerugian yang dialami warga. Pertamina akan bertanggung jawab atas kerusakan yang timbul akibat peristiwa ini,,” tegas Cecep.

Sementara itu, warga yang tinggal di sekitar kilang Pertamina RU VI Balongan  mengaku trauma dengan peristiwa ledakan dan kebakaran 4 tangki penyimpan BBM. Selain itu, rumah-rumah warga mengalami kerusakan dan aktivitas perekonomian terganggu.

“Sampe sekarang masih sering kagetan kalau mendengar suara keras, seperti suara petir. Ada suara kucing yang jatuh dari atap saja saya kaget,’’ tutur Jupri (33) warga RT 9 RW 2 Blok Pakis, Desa Sukaurip, Kecamatan Balongan.

Tidak berbeda dengan yang diungkapkan Tongamin, warga Desa Sukaurip. Menurutnya dampak yang paling berat dirasakan warga akibat ledakan dan kebakaran dahsyat yang terjadi di Pertamina Balongan adalah beban psikis.

“Yang paling membekas itu beban psikis. Warga juga yang tadinya kerja, jadi tidak bisa kerja, yang tadinya dagang jadi tidak bisa dagang. Dampaknya akhirnya ke ekonomi warga,’’ kata dia.

Atas beragam kondisi itu, warga menginginkan Pertamina memberikan biaya kompensasi akibat beban psikis tersebut. Adapun untuk besaran kompensasi yang diminta warga sebesar Rp20 juta per orang. Kompensasi itu untuk mengganti kerugian ekonomi dan beban trauma yang dialami warga, belum termasuk ganti rugi bangunan yang rusak.

‘’Kami mengajukan kompensasi per kepala karena dampak psikologis yang berat,” ucapnya.

Menanggapi besaran kompensasi yang diminta warga, Cecep menyatakan belum bisa memutuskan. Ia akan menyampaikan permintaan warga itu kepada pimpinannya. “Kita tampung dulu. Kita tidak ambil keputusan di sini. Kita akan sampaikan tuntutan warga ke pimpinan,’’ ujarnya.

Seperti diketahui, kobaran api yang membakar dan sempat muncul lagi di area tangki T 301 sudah berhasil dipadamkan pada Sabtu (3/4) siang lalu. Sedangkan penyebab pasti kejadiannya masih dalam proses investigasi lebih lanjut. (tar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *