Perpustakaan 400 Masih Batasi Pengunjung, Baru Buka 25 Persen

oleh -1 views
RAPAT. Dispusip dan pustakawan Perpustakaan 400 merapatkan mekanisme pelayanan bagi pengunjung setelah PPKM Kota Cirebon level 2. FOTO: SUWANDI/RAKYAT CIREBON

RAKYATCIREBON.ID – Meski PPKM Kota Cirebon berada di level 2, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Cirebon belum berani membuka sepenuhnya layanan fisik Perpustakaan 400 bagi pengunjung. Hingga saat ini, layanan tatap muka hanya dibuka bagi 25 persen saja dari kapasitas total pengunjung.

Sekretaris Dispusip, Hj Sumarni MPd membenarkan, hingga saat ini, Dispusip masih merumuskan mekanisme yang tepat terkait pelayanan fisik bagi pengunjung perpustakaan.

“Udah boleh buka, tapi kami masih merapatkan mekanisme seperti apa. Karena kapasitasnya baru di 25 persen dari kapasitas ruangan,” ujar Sumarni kepada Rakyat Cirebon.

Dijelaskannya, saat ini pelayanan di Perpustakaan 400 hanya diberlakukan mengikuti pelayanan sebelumnya. Yakni masih mengandalkan online. “Selama ini peminjaman dan pengembalian buku itu online, termasuk baca di tempat juga,” kata dia.

Dia memastikan, hingga saat ini, mekanismen peminjaman dan baca buku di tempat masih sangat dibatasi. Yakni berkoordinasi dengan pengelola atau pustakawan terlebih dulu.

“Misalnya hari ini butuh dua judul buku, maka besok bisa diambil supaya tidak berjubel nanti di perpustakaannya,” kata dia.

Sumarni masih menunggu hasil rapat dengan pimpinan dan para pustakawan terkait mekanisme pelayanan di Perpustakaan 400. “Untuk dibuka secara umum masih dirapatkan, rencananya seperti apa,” jelas dia.

Minat masyarakat berkunjung ke Perpustakaan 400 sudah terbilang tinggi. Dalam waktu dekat saja, ada 232 santri dari salah satu pesantren di Kuningan. Namun pihak Dispusip memberlakukan kunjungan di Perpustakaan 400 secara bergantian. Yakni dibatasi per 50 santri dalam satu waktu.

“Ini kita bergelombang diberi waktu hanya 50 orang yang boleh masuk dalam waktu 30 menit. Kemudian gantian seperti itu. Karena kita tetap menjaga prokes. Walaupun sudah di level 2, kita tetap menjaga itu,” tandasnya.

Sumarni memaparkan, hasil rapat pimpinan Dispusip dan pustakawan Perpustakaan 400 bakal segera dipublikasi. “Insya Allah minggu depan kalau ada keputusan dari rapat, bahwa perpustakaan sudah boleh dibuka sepeti biasanya saya kabarkan,” pungkasnya.

Hamzah, salah satu mahasiswa di perguruan tinggi Cirebon menyampaikan, dirinya memahami kebijakan Dispusip untuk masih membuka 25 persen layanan tatap muka. Dia berharap, ke depan kebijakan itu akan berubah dengan membuka layanan tatap muka lebih banyak.

“Terus terang, butuh sih layanan yang lebih banyak dan maksimal. Karena banyak tugas kampus. Dan salah satu tempat mencari referensi ya di Perpustakaan 400,” ucapnya. (wan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.