Pandemi, Jumlah Orang Miskin di Kabupaten Cirebon Naik Drastis

oleh -60 views
KERJA KERAS. Wakil Bupati Cirebon, Hj Wahyu Tjiptaningsih mengupayakan pengentasan kemiskinan.
KERJA KERAS. Wakil Bupati Cirebon, Hj Wahyu Tjiptaningsih mengupayakan pengentasan kemiskinan.

RAKYATCIREBON.ID – Jumlah penduduk miskin di Kabupaten Cirebon meningkat drastis selama masa pandemi Covid-19. Totalnya saat ini, tembus di angka 11,24 persen dari total 2,2 juta jiwa jumlah penduduk.

Wakil Bupati Cirebon, Hj Wahyu Tjiptaningsih SE MSi mengatakan perlu kerja keras untuk menekannya. Berbagai program pengentasan kemiskinan harus diberlakukan.

Tak cukup dengan itu, pemberian bantuan sosial bagi masyarakat miskin pun tetap harus dilakukan.

“Selama masa pandemi ini, banyak sekali masyarakat yang kena PHK,” katanya, usai mengikuti rapat Program Penanggulangan Kemiskinan (Pronangkis), di Kantor Bapelitbangda Kabupaten Cirebon, Rabu (3/3).

Ayu sapaan akrabnya, menjelaskan, jumlah warga miskin di Kabupaten Cirebon sekarang ini 102 ribu jiwa. Sebelum pandemi Covid-19,mhanya 93 ribu jiwa saja. Penambahan angkanya meningkat drastis.

“Upaya penekanan angka kemiskinan ini akan dilakukan juga dari Pronangkis, berupa rogram-program dalam penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Cirebon,” ungkap Ayu.

Pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Ketenagakerjaan Jawa Barat. Agar bisa membantu. Polanya, nanti Pemkab jemput bola, agar program dari Provinsi bisa dibawa ke Kabupaten.

Program itu, kata Ayu sudah dilakukan. Puluhan pemuda diberikan pelatihan kerja. Mereka dilatih, ditempatkan di Balai Latihan Kerja (BLK) Disnakertrans.

Tapi, kedepan, bagi pemuda desa yang akan mengikuti pelatihan kerja, akan disiapkan program pelatihan di desa masing-masing.

“Kalau dilakukan di BLK, anak-anak yang jauh kan butuh transport. Kasihan. Anggarannya terbatas,” ujar Ayu.

Kepala Bapelitbangda Kabupaten Cirebon, H Hendra Nirmala SSos mengaku, selama pandemi Covid-19, pihaknya mencatat pengingkatan angka kemiskinan meningkat 1,3 persen.

“Sebelum pandemi, angka kemiskinan kita ada 9 persen lebih. Sekarang sudah 11, 24 persen. Jadi naik 1,3 persen. Jadi bisa diitung itu, berapa 11,24 persen dari jumlah total penduduk Kabupaten Cirebon,” ungkapnya.

Penyebab peningkatan itu, kata Hendra, tidak lain lantaran banyaknya tenaga kerja yang kena PHK. Selain itu, sepinya penjualan, membuat para pedagang menganggur. Tidak lagi berjualan.

Pemda terus menekannya, dengan memaksimalkan program di Disnakertrans Kabupaten Cirebon. Masyarakat diberikan pendidikan diklat keterampilan khusus. Pihaknya pun tidak sendiri, melainkan dengan melibatkan perusahaan-perusahaan.

“Agar nantinya, ketika perusahaan membutuhkan kualifikasi kompetensi apa, kita latih masyarakatnya, kita siapkan SDM-nya. Kalau Jaminan Pengaman Sosial (JKS), itu ada di Dinsos. Tapi dari SDM-nya kita coba berikan pelatihan kerja melalui Disnakertrans,” pungkasnya. (zen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *