Perizinan di Kabupaten Cirebon Sulit

oleh -9 views
Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Cirebon, H Mohammad Ridwan.

RAKYATCIREBON.ID – Memproses perizinan di Kabupaten Cirebon sudah terkenal sulit. Selalu dipingpong. Lempar sana, lempar sini. Padahal, layanan satu atap, sudah tersedia. Di DPMPTSP. Tapi nyatanya, masih jauh dari kata praktis.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Cirebon, Drs H Mohammad Ridwan MPdI pun mengingatkan agar pemerintah daerah tidak membiarkannya berlarut-larut. Karena, ada target yang ingin dicapai. Yakni bertambahnya Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Sektor Industri Kecil Menengah (IKM) pengrajin batu alam menjadi salah satu yang bisa diperhatikan. Karena, jumlahnya cukup banyak. Ditambah, ada misi untuk menyelesaikan persoalan. Caranya, dengan memberikan kemudahan dalam memperoleh perizinan.

“Karena potensinya luar biasa. Jumlah pengrajin batu alam banyak, bisa menyumbang penambahan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Cirebon. Semakin banyak pengusaha atau pengrajin mendapatkan izin, semakin banyak pula PAD yang masuk,” kata M Ridwan, Jumat (3/12).

Ridwan pun menyarankan, agar memulainya dengan mengumpulkan pengusaha. Kemudian diedukasi pentingnya perizinan. Demi memudahkan, pemda harus memberikan bantuan.

“Jangan terlalu kaku, harus persuasif dan flexibel sehingga pengusaha juga nyaman dalam berusaha,” sebutnya.

Pembinaan ini, sudah pasti merupakan tugas Pemkab. Pun demikian dalam membantu serta, memproteksi pengrajin atau pengusaha agar bisa tertib. Sehingga, ketika mereka mematuhi regulasi, berdampak pada peningkatan PAD. Ketika kemudahan perizinan diberikan, baiknya dilakukan dengan segera. Yakni dalam waktu dekat ini. Utamakan yang produksinya memang sudah banyak.

Jika perlu Bupati dan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMTSP) turun langsung. “Kan harus terpadu, kalau mesti pak bupati turun ya itu harus. Kumpulkan semua dinas terkait dan lakukan action, untuk mengurai solusi,” tegasnya.

Politisi PKS itu juga mengingatkan agar Pemkab melakukan pembinaan IKM. Khususnya pada kwalitas dan variasi produksi, dan marketing. “Satu hal lagi pemkab harus mulai untuk pembinaan IKM disana. Karena saya rasa, kelihatannya belum ada. Mereka pengusaha batu mengembangkannya secara natural atau shareng dengan antar pengrajin. Kalau pemkab turun melakukan pembinaan insya Allah lebih maju,” tutupnya. (zen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.