Pererat Silaturahmi dengan Ngerek Bareng

oleh -27 views
JAGA SILATURAHMI. Ngerek Bareng di Kesugengan Kidul untuk pererat silaturahmi antar anggota.
JAGA SILATURAHMI. Ngerek Bareng di Kesugengan Kidul untuk pererat silaturahmi antar anggota.

RAKYATCIREBON.ID – Komunitas Perkutut Lokal Cirebon (PLC)-Perkumpulan Pelestari dan Pencinta Perkutut Lokal Seluruh Indonesia (P4LSI) Korwil Cirebon menggelar event Ngerek Bareng dengan tema ” Ngerek Perkutut Dapat Pahala”. Bertempat di Desa Kasugengan Kidul blok Sidapurna Kabupaten Cirebon, Minggu (13/6).

Ketua pelaksana kegiatan, Abi Waluyo mengatakan, acara ngerek bareng merupakan salah satu agenda yang diselenggarakan PLC-P4LSI Korwil Cirebon sebagai ajang silaturahmi para pecinta perkutut lokal.

Ia menuturkan, kegiatan tersebut di ikuti oleh peserta dari berbagai wilayah yaitu, Cirebon, Indramayu ,Majalengka dan Kuningan (Ciayumajakuning) bahkan dari luar kota seperti Brebes,Tegal, Bekasi, kerawang, Cikarang, Purwakarta dan Bandung.

Waluyo mengatakan, para peserta diwajibkan menerapkan protokol kesehatan (Prokes). Selain itu event di bagi menjadi beberapa kelas yaitu kelas gacoran, kelas Layon dan kelas pemula, hal itu dilakukan sebagai upaya untuk menghindari kerumunan.

Tema Ngerek Bareng Dapat Pahala, sendiri kata Waluyo sebagai agenda silaturahmi. Selain itu, saat ini masih di masa sulit akibat pandemi Covid-19, maka dengan kegiatan ngerek tersebut, pihaknya berharap bisa memberikan manfaat kepada masyarakat. Oleh karenanya PLC-P4LSI Korwil Cirebon pun sekaligus menggelar bakti sosial kepada anak -anak yatim-piatu di sekitar lokasi.

“Kami berharap kegiatan ini bisa bermanfaat jadi bukan hanya untuk mencari kesenangan para penghobi, tapi kami juga menggelar kegiatan bakti sosial berbagi dengan memberikan santunan kepada anak-anak yatim-piatu khususnya di sekitar lokasi kegiatan,” tuturnya.

Sementara itu Ketua PLC Korwil Cirebon, Mahud bahwa acara ngerek bareng merupakan salah satu agenda silaturahmi para pecinta perkutut lokal. Dalam kegiatan tersebut dilaksanakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (Prokes).

“Panitia menyediakan sarana Prokes tempat untuk mencuci tangan, masker, dan cek suhu, kemudian di acara ngerek bareng ini terbagi menjadi tiga kelas, yakni kelas gacoran ,kelas Layon dan kelas pemula, sehingga para peserta tidak berkerumun,” ujar pria yang dikenal Ki Badur itu.

Selain sebagai ajang untuk mempererat silaturahmi, di kegiatan event tersebut salah satu agenda kegiatan bakti sosial yaitu memberikan santunan kepada setidaknya 25 anak yatim-piatu di sekitar lokasi. (zen/rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.