Penyesuaian Dapil, Golkar Minta Segera Diputuskan, PDIP Fokus Raih 10 Kursi

oleh -15 views
Ketua KPU Kota Cirebon, Dr Didi Nursidi MH

RAKYATCIREBON.ID – Wacana penyesuaian dapil yang dipersiapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Cirebon, mendapat respons positif partai-partai peserta pemilu. Di antaranya Partai Golkar dan PDIP. Keduanya memilih untuk mulai menggalang kekuatan, agar berapa pun dapil yang ditetapkan, partainya bisa memperoleh hasil maksimal.

Ketua DPD Partai Golkar Kota Cirebon, Andrie Sulistio mengungkapkan, secara umum, Golkar setuju-setuju saja dengan wacana penyesuaian dapil yang digelorakan KPU. Hanya saja, penetapan dapil nanti jangan sampai membuat partai telat memulai gerakan menyusun kekuatan menuju pileg.

“Empat dapil kita setuju, lima dapil juga setuju, gak jadi masalah. Yang penting segera dilemparkan ke kami. Agar kita bisa mempersiapkan strategi apa yang akan kita terapkan menjelang 2024,” ungkap Andrie kepada Rakyat Cirebon.

Paling telat, kata dia, pertengahan 2022 ini parpol harus sudah mulai bergerak menuju 2024. Sehingga penetapan terkait bagaimana konsep dapil yang akan diterapkan harus secepatnya dilakukan.

“Jadi jangan sampai 2023 baru memberitahukan Kota Cirebon diputuskan empat dapil atau lima dapil. Itu nanti membuat kami repot. Maksimal, harapan kami, Juni atau Juli lah sudah ada keputusan. Agar kami bisa mempersiapkan, karena waktu sangat mepet. Pokoknya jangan lewat tahun ini, sehingga 2023 kita sudah mulai kerja,” kata Andrie.

Sementara itu, PDI Perjuangan Kota Cirebon sepertinya tak terlalu ambil pusing dengan wacana penyesuaian dapil. PDIP lebih memilih mulai bekerja maksimal dan fokus untuk merealisasikan targetnya pada Pemilu 2024 mendatang.

Ketua DPC PDI Perjungan Kota Cirebon, Fitria Pamungkaswati menjelaskan, opsi-opsi penataan dapil yang saat ini tengah digodok Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Cirebon, dan pada akhirnya keputusannya akan ditetapkan oleh KPU RI. Sehingga apapun keputusannya, partai sebagai peserta harus siap dengan kemungkinan terberatnya.

“Pada prinsipnya, PDI Perjuangan akan sangat mendukung apapun nanti keputusan dari KPU,” ungkap Fitria.

Berapa pun dapil yang ditetapkan nanti, kata Fitria, PDIP siap secara maksimal membangun kekuatan untuk mengejar target. Karena pada 2024 mendatang, PDIP menargetkan bisa memperoleh 10 kursi.

Bahkan, kata Fitria, penambahan dapil, jika memang diputuskan bertambah, akan menjadi keuntungan bagi PDIP. Sehingga akan bisa lebih banyak menambah kursi.

“Berapa pun jumlah dapilnya. Kita tetap fokus untuk meraih target 10 kursi hasil Pileg 2024 di DPRD,” pungkasnya.

Informasi saat ini, kebijakan penyesuaian daerah pemilihan (Dapil) di Kota Cirebon hampir pasti. Tinggal menunggu ketuk palu dari KPU Pusat. Itu terlihat dari perkembangan data kependudukan dari semester per semester, sebagai syarat utama perubahan dapil. 

Maka tidak salah jika KPU Kota Cirebon sudah menyiapkan berbagai langkah dan opsi untuk mengantisipasi perubahan dapil tersebut. Pasalnya, dari beberapa faktor menurut ketentuan Undang-undang Pemilu, yang menyebabkan penyesuaian daerah pemilihan harus dilakukan, adalah faktor penambahan penduduk di suatu daerah.

Di Kota Cirebon, Komisi Pemilihan Umum (KPU) sudah menghitung adanya penambahan. Sehingga jauh-jauh hari wacana penyesuaian dapil sengaja digulirkan.

Tak hanya KPU, penambahan penduduk di Kota Cirebon juga diamini oleh data yang dimiliki Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Cirebon.

Sekretaris Disdukcapil Kota Cirebon, Rahmat Saleh mengungkapkan, saat ini, angka proyeksi penambahan penduduk di Kota Cirebon adalah 0,007 persen per semester. Sehingga, jika diangkakan setiap satu semester, penduduk di Kota Cirebon bertambah sekitar 2.641 jiwa.

“Proyeksi penambahan penduduk kita 0,007 persen setiap semester. Jadi per semester, kenaikannya 2.641 jiwa,” ungkap Rahmat.

Jika dari angka agregat yang dipakai KPU untuk menyusun simulasi skema dapil, yakni agregat data kependudukan tahun 2020 semester pertama sebesar 343.003 jiwa. Jadi, sampai agregat data kependudukan tahun 2022 semester pertama, yang akan dijadikan dasar bagi KPU untuk penyesuaian dapil, maka ada rentang waktu  empat semester.

Yakni semester kedua tahun 2020, semester pertama tahun 2021, semester kedua tahun 2021 dan semester pertama tahun 2022, maka mengacu pada indeks tadi, penduduk akan bertambah sekitar 10 ribu jiwa (2.641 dikali empat, red).

“Jadi menuju 2023, dari sekarang saja diprediksi penambahan sekitar 7.500-an jiwa,” kata Rahmat.

Artinya, jika melihat agregat angka penambahan penduduk di Kota Cirebon, maka besar kemungkinan akan terjadi penyesuaian dapil.

Sementara itu, Ketua KPU Kota Cirebon, Dr Didi Nursidi SH mengatakan, penyesuaian dapil masih menunggu data agregat kependudukan semester pertama tahun 2022 ini.

Namun, melihat data saat ini, dengan prediksi indeks penambahan penduduk yang disampaikan Disdukcapil sebesar 0,007 persen, maka besar kemungkinan penyesuaian harus dilakukan.

“Yang kami sampaikan kepada DPRD adalah kajian simulasi dan opsi. Tapi melihat data di Disdukcapil saja, sepertinya memang kemungkinan besar nanti dapil disesuaikan,” imbuh Didi. (sep)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.