Penjualan Hewan Kurban Anjlok hingga 50 Persen

oleh -7 views
DIKURANGI. Tahun ini Omo hanya menyediakan sekitar 20 hewan kurban jenis sapi. Karena dia sudah memprediksi minat masyarakat membeli hewan ternaknya di masa pendemi ini berkurang. FOTO: HASANUDIN/RAKYAT CIREBON

RAKYATCIREBON.ID -Pada musim kurban tahun ini, penjualan hewan kurban di Kabupaten Majalengka menurun drastis bila dibanding tahun lalu.

Pedagang hewan bahkan mengaku penurunan hingga mencapai 50 persen. Dampak pandemi Covid-19 disinyalir menjadi salah satu penyebabnya. Sebab, dirasa banyak menghempas perekonomian masyarakat.

Salah satu penjual hewan kurban di Pasar Ternak Regional Pakuan Bojong Cideres di Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Majalengka, H Omo (63) mengaku secara omset memang penjualan hewan kurban di tengah pandemi Covid-19 ini mengalami penurunan.

Tahun ini, ia hanya menyediakan sekitar 20 hewan kurban jenis sapi karena sudah memprediksi kurangnya minat masyarakat untuk membeli hewan ternaknya.

“Jelas turun. Kalau tahun kemarin, Corona masih di kota besar. Sekarang sudah menyebar ke daerah-daerah. Jadi kena dampaknya,” ujar Omo kepada Rakyat Cirebon, Sabtu (10/7).

Omo menyatakan, sejak dua minggu lalu lapaknya dibuka untuk masyarakat yang hendak membeli hewan kurban, ia menghitung baru sekitar 10 ekor sapi yang telah dipesan.

Sebelumnya, berbagai pesanan hingga puluhan ekor sapi ia terima di momen yang sama tahun lalu.

“Langganan saya juga yang tahun-tahun kemarin pesan terus, sekarang tidak. Banyak langganan saya dari kota-kota besar juga tidak ada,” ucapnya.

Dia menuturkan, untuk harga hewan kurban seperti sapi memang tetap standar dan stabil seperti tahun lalu. Pihaknya menyediakan sapi dari harga Rp17 juta hingga Rp75 juta.

“Alhamdulilah sapi Simental yang dijual Rp75 juta sudah dipesan. Ini membantu menutup sapi yang lain yang belum dipesan,” jelasnya.

Dari puluhan sapi yang terdapat di Pasar Hewan Ternak Regional Pakuan Bojong Cideres di Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Majalengka terdapat salah satu ekor sapi yang berukuran jumbo. Sapi tersebut adalah Si Bima dengan jenis sapi simental.

Dinamakan Si Bima dikarenakan memiliki ukuran yang paling besar dibanding sapi yang ada di sekelilingnya. Si Bima pun dibanderol dengan harga fantastis oleh pemiliknya bernama H Omo (63).

Omo mengatakan, Si Bima saat ini berusia 5 tahun. Sapi yang memiliki warna putih di kepalanya itu sudah sejak lahir dipelihara oleh pria yang sudah puluhan tahun berbisnis hewan kurban di kala momen Idul Adha.

“Usianya 5 tahun. Ini termasuk hewan kesayangan saya selama beberapa tahun terakhir ini,” ujar Omo.

Ia mengungkapkan, harga untuk Si Bima sendiri dibanderol seharga Rp75 juta. Atau paling mahal dibanding dengan sapi yang ia miliki lainnya.

Sementara, pada tahun ini, Omo memiliki sapi untuk dijual di momen Idul Adha sebanyak 15 ekor. “Alhamdulilah nya sapi simental yang dijual Rp 75 juta sudah dipesan. Ini membantu menutup sapi yang lain yang belum dipesan,” ucapnya.

Sementara, pada tahun ini, Omo memiliki sapi untuk dijual di momen Idul Adha sebanyak 15 ekor.

“Alhamdulilah sapi simental yang dijual Rp75 juta sudah dipesan. Ini membantu menutup sapi yang lain yang belum dipesan,” ucapnya.

Termasuk pasokan makanan dan nutrisi sehingga dapat mencapai bobot ideal. “Yang dimakan sehari-hari itu protein-protein tinggi. Ada slamper (tumpi jagung), tepung kedelai, dan yang penting itu yang hijau-hijau (rumput segar),” jelas dia.

Sehari, sapi tersebut diberikan makan sebanyak tiga kali atau memerlukan biaya pakan sebesar Rp40 ribu.

Dua kali makan dengan menu rumput hijau, sekali dengan menu makan berupa tepung kedelai dan slamper yang disebut Sholeh sebagai comboran.

Untuk menjaga kebersihan, Omo beserta karyawan yang membantunya biasa memandikan sapi setiap hari. Biasanya dilakukan pada siang hari agar sapi tidak masuk angin.

“Risikonya sapi besar itu ya begitu. Kalau dimandikan terlalu sore atau malam itu biasa masuk angin. Begitu juga kalau terlalu pagi,” katanya.

Lebih jauh Omo menambahkan, sapi Si Bima juga tidak dipisahkan dari sapi yang lain agar tidak stres. Rencananya, sapi yang sudah laku tersebut akan mulai dikirim pada H-1 Hari Raya Idul Adha nanti.(hsn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.