Pengupahan Belum Jelas, Wabup Minta Buruh Bersabar

oleh -4 views
KELELAHAN. Sejumlah buruh yang mengikuti unjuk rasa kelelahan hingga tertidur. Mereka mendatangi kantor Bupati Majalengka menuntut kenaikan UMK. FOTO: PAI SUPARDI/RAKYAT CIREBON

RAKYATCIREBON.ID –Wakil Bupati Majalengka, Tarsono D Mardiana. meminta para buruh untuk bersabar. Mengingat saat ini pemerintah daerah sedang berusaha melakukan pertemuan dengan dewan pengupahan.

Wabup mengatakan, saat ini pihaknya tengah menggelar pertemuan dengan semua pihak termasuk Dinas Tenaga Kerja dan dewan pengupahan untuk membahas persoalan buruh tersebut.

Namun, mantan Ketua DPRD Majalengka dua periode itu menuturkan, pembahasan masih berlangsung dan belum ada keputusan.

Oleh karena itu pihaknya meminta semua pihak bersabar dan menunggu hasil rapat.

“Hasilnya belum ada karena kita masih melakukan pembahasan termasuk dengan dewan pengupahan, mudah mudahan bisa segera ada hasilnya,” kata Tarsono kepada Rakyat Cirebon, Selasa (16/11).

Hal senada diungkapkan Kabid Disnaker Kusnandar yang mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan pertemuan dengan dewan pengupahan.

Pasalnya prosedur penentuan upah minimun di Kabupaten Majalengka ditetapkan melalui mekanisme rapat pleno dewan pengupahan.

“Untuk memutuskan UMK mekanisme nya sudah diatur yakni berdasarkan aturan. Dan tentunya pemerintah tidak mau melanggar aturan tersebut,  dimana masalah tersebut dibahas dalam rapat pleno bersama dewan pengupahan,” tambahnya.

Secara umum tentunya kata dia, pihaknya juga berharap UMK Majalengka tahun 2022 bisa meningkat. Agar para buruh bisa hidup layak dan sejahtera.

Sebelumnya sehari yang lalu, ratusan buruh dari berbagai organisasi menggelar unjuk rasa dengan mendatangi kantor Bupati Majalengka, kehadiran para buruh tersebut tidak lain untuk menuntut kenaikan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK). (pai)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.