Pengrajin Tahu Tempe di Indramayu Stop Produksi

oleh -5 views
KOSONG. Seorang pengrajin tahu tempe merapihkan tempat meniriskan olahan bahan baku.

RAKYATCIREBON.ID – Pengrajin tahu dan tempe di Kabupaten Indramayu dihadapkan pada kenaikan harga kedelai yang terus melonjak.

Dan kini terpaksa menghentikan produksinya meski di pasaran konsumen terus memburunya.

Pengrajin tahu tempe di Blok Bungkul, Kelurahan Bojongsari, Kecamatan Indramayu, Roheti (38), mengaku produksi tahu tempe di tempatnya menghentikan produksi mulai Senin (22/2) lalu.

Penyebabnya kenaikan harga bahan baku yang sudah tidak terkendali sejak 4 bulan lalu. Pada awalnya berusaha bertahan meski keuntungan berkurang, dan ternyata kondisinya semakin tidak berpihak.

“Harga kedelai naik setiap minggunya. Biasanya kalau naik juga cuma sekali, sekarang tiap minggu naiknya. Kalau begini ya terancam gulung tikar, tapi nanti usaha apa,” ungkap perempuan yang sudah 20 tahun bergelut dengan produksi tahu tempe ini.

Dikatakan, kenaikan harga kedelai yang terus merangkak itu semula di kisaran Rp6.000 per kilogram itu kini sudah diangka Rp10.000 per kilogram.

“Makanya produksinya semua sepakat berhenti dulu supaya pembeli juga mengerti. Jadi produksi istirahat dulu untuk menyesuaikan harga jualnya. Kita sudah berkurang sekali keuntungannya, kalau terus produksi pas-pasan malah rugi besar,” katanya.

Disebutkan Roheti, sedikitnya ada 30 home industri tahu tempe di wilayahnya dengan pemilik yang beragam besaran kapasitas produksinya.

Ada yang hanya 500 kilogram dan beberapa diantaranya mencapai 4 kuintal bahan baku yang diolah setiap harinya. “Itu kedelai impor, kalau lokal tidak jadi. Buat tahu tidak ada santannya, untuk tempe tidak mengembang. Kitanya rugi,” ucapnya.

Harapan serupa disampaikan seorang pengrajin tempe, Sari (40). Atas kondisi itu diharapkannya harga kedelai bisa cepat stabil agar pabriknya bisa kembali berproduksi secara normal. Juga harga jual di pasaran tidak dikeluhkan pembeli.

“Mudah-mudahan secepatnya bisa produksi lagi. Masa sih harga kedelai sekilo dengan harga jual tempe satu papan sama saja, ya pas-pasan malahan itungannya rugi besar,” tukasnya. (tar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *