Banyak Orang Nganggur, 30 Warga Dilatih Jadi Tukang Cukur

oleh -10 views
DIBUKA. Pembukaan Pelatihan kerja sebagai upaya menekan angka pengangguran di Kabupaten Cirebon, kemarin.
DIBUKA. Pembukaan Pelatihan kerja sebagai upaya menekan angka pengangguran di Kabupaten Cirebon, kemarin.

RAKYATCIREBON.ID – Di masa Pandemi, angka pengangguran di Kabupaten Cirebon bukan lagi tertinggi di Jawa Barat. Sudah disusul oleh daerah lain seperti Bogor, Bekasi, Karawang dan Depok.

Kendati demikian, angka pengangguran di Kabupaten Cirebon masih tinggi. Persentasenya, diangka 11,52 persen atau 122.145 orang.

Angka ini, mengalami kenaikan setelah Covid-19. Karena sebelum Covid-19, angka pengangguran masih dilevel 10,35 persen.

Tentunya, perlu upaya untuk menekannya, salah satunya Pemkab Cirebon bekerjasama dengan Pemprov Jawa Barat memberikan pelatihan kerja kepada 30 orang.

Pelatihan dimaksud untuk menjadi tukang cukur atau pangkas rambut yang selama ini masih dianggap biasa. Mereka akan naik kelas setara dengan pekerja profesional lainnya. Pelatihan dilakukan selama 4 hari oleh tim dari Sekolah Cukur.

“Di Cirebon angka penganggurannya sangat tinggi. Karena itu, kita latih puluhan warga kabupaten agar memiliki kompetensi. Artinya, ada teori yang harus dipahami, tidak hanya otodidak,” ujar Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Barat, Taufik Garsadi saat membuka pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK), Disnakertrans Kabupaten Cirebon.

Menurut Taufik, banyak lapangan pekerjaan di Jawa Barat yang tidak bisa diakses oleh masyarakat karena tak memiliki keahlian. Sehingga keahlian mencukur bisa menjadi salah satu solusi.

“Ini peluang. Dan harus dimanfaatkan oleh masyarakat Kabupaten Cirebon,” imbuhnya.

Ia mengaku sudah menyarankan kepada ASN yang ada di Kabupaten Cirebon menjadi seorang pemilik barbershop. Nantinya, barbershop milik ASN bisa memperkerjakan puluhan warga yang dilatih menjadi kapster itu.

Kalau pun tidak memiliki tempat, 30 warga ini bisa menjadi tukang cukur panggilan. Memanfaatkan tekhnologi dengan system online.

“Terpenting bisa mematuhi protokol kesehatan dan tukang cukur bisa naik kelas,” kata dia.

Wakil Bupati Cirebon, Hj Wahyu Tjiptaningsih SE MSi mengatakan, dari 2,2 juta penduduk yang ada di Kabupaten Cirebon, 122.145 di antaranya masih nganggur. Pelatihan tersebut dianggap sebagai salah satu solusi.

Perempuan yang akrab disapa Ibu Ayu itu menambahkan, sesuai amanat Gubernur Jawa Barat, pemerintah daerah harus berupaya keras melakukan pemulihan ekonomi dan percepatan penanganan wabah covid-19.

“Latihan kerja ini harus menjadi program unggulan. Kami juga meminta dukungan pusat. Peserta juga harus memberikan manfaat kepada yang lainnya selepas pelatihan,” ungkapnya. (zen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *