Pengamat Sebut Ibu Ayu Tantangan Politik Bagi Bupati Imron

oleh -54 views

RAKYATCIREBON.ID – Kekhawatiran akan adanya dua matahari di Pemerintahan Kabupaten Cirebon pasca terpilihnya Hj Wahyu Tjiptaningsih SE MSi (Ibu Ayu) sebagai wakil bupati Cirebon dinilai pengamat adalah hal lumrah. Dan, hal itu bisa diatasi jika Bupati, Drs H Imron MAg bisa membuat gebrakan meyakinkan.

Pengamat politik, Sutan Aji Nugraha menilai, Imron dianggap tidak menguasai politik maupun organisasi oleh beberapa kalangan. Oleh sebab itu, dia menyebut saat ini merupakan momentum tepat untuk Imron menunjukkan kualitasnya. Mampu memegang kendali pemerintahan.

“Situasi pasca terpilihnya Ayu sebagai wabup merupakan tantangan politik Imron sebagai bupati. Pasalnya, secara politik bupati tidak menguasai, maka secara organisasi pun akan memiliki dampaknya.

Politik Ayu yang notebene merupakan istri mantan Bupati Sunjaya masih memiliki grass root dalam kepegawaian. Dan ini jangan sampai terjadi penguasaan sebab Bupati lah yg menguasai organisasi sekalipun politik dikuasai wabup,” ujarnya.

Di samping itu, Aji juga menegaskan Imron sebagai pemegang kekuasaan. Jangan mau terlena dengan statemen Ayu yang akan mengikuti atau bahkan tidak melebihi kewenangan bupati. Dalam politik, lanjutnya, semua kemungkinan bisa terjadi dalam sekejap.

“Dengan adanya kabar penggalangan kekuatan saja, itu menjadi bukti sebenarnya Ayu akan lebih tampil. Makanya, Imron harus menunjukkan dia sebagai decision maker,” terangnya.

Disinggung mengenai langkah para ASN yang seolah mencari aman dengan merapat ke Ayu, Aji menegaskan hal itu lumrah bagi pejabat yang menginginkan jabatan empuk. Bukan tidak mungkin, Aji melihat pejabat tersebut membutuhkan kepastian dalam pengembangan karirnya.

“Kembali lagi, Imron sebagai bupati juga harus memberikan jaminan regenerasi dan penempatan orang dalam suatu jabatan, sesuai dengan kapasitas. Jika politik jual beli jabatan tidak diputus oleh Imron, jangan heran apabila nantinya Imron yang akan ditinggal oleh para ASN karena tidak bisa memberikan kepastian,” tambahnya.

Mengenai pernyataan Imron yang mengaku pemilihan empat pejabat hasil open bidding tanpa intervensi Sunjaya, Aji menyebut merupakan langkah tepat. Namun, dia kembali mengingatkan ucapan Imron itu harus dibuktikan.

“Jangan sekadar ucapan di mulut saja, tetapi praktiknya berbeda. Kita berharap ucapan itu benar dan bupati memberikan bukti kepada para pegawai,” tutupnya. (yog)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *