Pemerintah akan Hentikan Siaran Tv Analog, Pindah ke Tv Digital

oleh -2 views
SOSIALISASI. Ketua KPID Jawa Barat, Adiyana Slamet terus melakukan sosialisasi terkait penghentian siaran tv analog atau switch off sekaligus perpindahan ke siaran tv digital terrestrial.

RAKYATCIREBON.ID – Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Barat, Adiyana Slamet mengatakan, penghentian siaran tv analog atau switch off sekaligus perpindahan ke siaran tv digital terestrial akan mulai diberlakukan tanggal 30 April 2022 mendatang. Dalam pelaksanaannya, kata dia, akan dibagi tiga tahapan. Kabupaten Majalengka termasuk tahapan pertama di Jawa Barat.

“Hari ini kita tidak hanya sosialisasi, tapi sekaligus simulasi pemasangan set top box tv digital, agar masyarakat mengetahui walaupun nanti sudah beralih ke siaran digital terestrial, tv analog masih tetap bisa digunakan. Tinggal dipasang perangkat dekorder tersebut,” jelas Adiyana, Jumat (8/10).

Pihaknya kini terus melakukan sosialisasi dan tidak hanya melakukan pengawasan. Tetapi sekaligus memastikan frekwensi digital terestrial harus berpihak pada kepentingan publik.

“Kalau publik sampai tidak tahu, maka ini akan menjadi hal yang sangat berbahaya. Oleh karena itu, maka kami terus berikhtiar menyosialisasikan kepada semua komponen. Termasuk kepada pihak pemerintah daerah, DPRD Provinsi Jawa Barat, Diskominfo Jawa Barat, kabupaten dan kota yang masuk dalam tahapan pertama dulu,” paparnya.

Pemkab Majalengka, kata dia, akan segera menindaklanjuti hasil dari sosialisasi yang dilakukan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Barat tersebut.

Sementara itu, Wakil Bupati Majalengka, Tarsono D Mardiana memandang, setelah adanya sosialisasi ini, pemerintah daerah maupun masyarakat agar segera menyesuaikan dengan tuntutan dari undang undang ini.

Sehingga, lanjutnya, jika nanti terjadi switch off, masyarakat sudah siap dengan peralihan ke siaran tv digital terestrial.

Diakuinya, untuk wilayah Majalengka sendiri masih terkendala dengan banyaknya titik blank spot. Maka sangat diperlukan infrastruktur penunjang untuk mengatasinya.

“Hari ini saya akan lapor ke Pak bupati membuat usulan permohonan, agar segera dibangun tower untuk kebutuhan memperluas jangkauan sinyal,” kata Tarsono.

Menurutnya, hal tersebut bertujuan agar jangan sampai hak masyarakat mendapatkan penyiaran terkendala oleh teknologi.

Tahapan pertama penghentian siaran tv analog atau switch off sekaligus perpindahan ke siaran tv digital terrestrial akan dimulai dari Kabupaten Majalengka, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Cirebon, Kota Cirebon, dan Kabupaten Kuningan.

Kemudian, Kabupaten Garut dan Kabupaten Tasik, Kota Tasik, Kota Banjar, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Pangandaran dan Kabupaten Cianjur. (hsn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.