Pemdes Sindangwangi Kumpulkan Pakar Pertanian

oleh -110 views
SEKOLAH TANI. Sekolah lapang di Kecamatan Sindangwangi mengundang para pakar pertanian dan tokoh petani yang sukses untuk bertani. FOTO: PAI SUPARDI/RAKYAT CIREBON

RAKYATCIREBON.ID – Desa dan Kecamatan Sindangwangi terus berupaya dengan menggenjot sektor pertanian masyarakat. Langkah tersebut dalam upaya meningkatkan sektor perekonomian masyarakat di masa pandemi Covid-19.

Salah satu upaya meningkatkan sektor pertanian, diantaranya adalah dengan meningkatkan kemampuan para petani, melalui kegiatan sekolah lapang.

Yakni pendidikan tentang dunia pertanian yang digelar di lokasi persawahan, maupun gubuk dan bale pertemuan petani dan lainya. Dengan mengundang para pakar pertanian, atau tokoh petani yang sukses untuk berbagi cerita dan pengalamannya.

Acara tersebut juga mendatangkan sejumlah pakar pertanian, maupun tokoh lainya yang berhasil melakukan inovasi dan revolusi pertanian modern.

Seperti diketahui Desa Sindangwangi merupakan salah satu desa di Majalengka yang menjadi pusat pengembangan ikan Tagih atau Baung, yang merupakan ikan khas Majalengka.

Saat ini, Desa Sindangwangi terus berupaya menggenjot sektor perikanan, padi dan hortikultura lainya.

Kepala Desa Sindangwangi, Dadan Armadani SE, yang juga Sekretaris KTNA Kabupaten Majalengka bertekad menjadikan Desa Sindangwangi sebagai desa mandiri dan tangguh didasari oleh daya didukung ketahanan pangan Desa Sindangwangi yang cukup baik.

Dimana di desanya mayoritas warganya merupakan petani, yang sangat membantu dalam upaya ketahanan pangan.

“Tentunya kegiatan pembinaan, diskusi dan kerjasama yang dilakukan para petani, pemuda dengan mendatangkan para pakar ataupun ahli dalam bidang pertanian, maupun perikanan dan lainya. ini akan sangat baik dalam mengembangkan sektor pertanian. Sehingga bisa terus menjadi peluang ekonomi bagi masyarakat,” katanya, kemarin.

Sementara itu, H Toto Warsito MAg, salah seorang pembicara nasional yang hadir dalam kegiatan itu membagikan pengalamannya tentang teknik budidaya ikan lele dan tanaman kangkung dalam ember.

Dimana budidaya dengan cara tersebut, selain tidak memerlukan lahan yang luas, juga sangat menghemat pengeluaran para petani, sementara hasilnya sangat luar biasa.

“Metode tersebut saat ini sudah mulai dipraktekan banyak orang, terutama oleh mereka yang memiliki keterbatasan lahan, namun ingin beternak ikan atau menanam tanaman sayuran,” pungkasnya.

Pembicara lainya, Yuyun menjelaskan tentang sistem teknologi hidroponik yang bisa dimanfaatkan masyarakat untuk bertani sayuran.

“Pola tersebut selain sangat hemat dan tidak memakan tempat. Jika ditekuni secara serius memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi,” imbuhnya. (pai)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *