Pelantikan Hasil Mutasi Dulu, Baru Pelantikan Ibu Ayu

oleh -199 views
SEGERA DILANTIK. Hj Wahyu Tjiptaningsih segera dilantik sebagai Wakil Bupati Cirebon.

RAKYATCIREBON.ID – Pelantikan Hj Wahyu Tjiptaningsih sebagai Wakil Bupati Cirebon tinggal menunggu hitungan hari. Informasi terbaru, istri mantan Bupati Sunjaya itu akan resmi berseragam E-2 maksimal 7 Februari mendatang. Namun di sela-sela gonjang-ganjing itu, Bupati Imron justru melakukan mutasi untuk pengisian jabatan eselon 2 yang masih kosong.

Wakil Ketua Bidang Politik DPC PDIP Kabupaten Cirebon, Ujang Sawita saat dihubungi Rakyat Cirebon mengatakan, semula pelantikan diprediksi pertengahan Januari 2021. Namun, selain pemberlakuan Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), berkas permohonan pelantikan wabup pun, ternyata baru ditembuskan ke Kemendagri per 13 Januari.

Ada jeda waktu cukup lama. Pertanyaannya, kenapa? Ternyata penyebabnya diawali oleh keterlambatan pengiriman berkas dari Cirebon ke Provinsi Jawa Barat. Saat di provinsi pun, tidak langsung dikirimkan. Sempat ada penundaan pengiriman. Lantaran kurang persyaratan.

“Pas di provinsi itu, bukan dikembalikan. Pengembalian berkas sih tidak ada. Kalau pun ada, itu kekurangan berkas. Kurangnya pengantar dari DPC. Tapi sekarang berkas sudah diterima Kemendagri 13 Januari lalu. Berkasnya sudah komplit di sana,” kata Wakil Ketua Bidang Politik DPC PDIP, Ujang Sawita saat dihubungi Rakyat Cirebon, Selasa (19/1).

Ujang memastikan dari segi pengajuan, sekarang sudah aman di Kemendagri. Karena ia sendiri ikut mengawalnya. “Kan saya sebagai kader yang ditugaskan partai untuk mengawalnya. Prosesnya tetap orang provinsi. Kan tahapannya di pemerintahan,” kata dia.

Sehingga, prediksinya untuk pelantikan tidak akan diproses Januari ini. Paling memungkinkan lewat bulan. “Tanggal 7 Februari paling lambat, Ibu Ayu dilantik,” ujarnya.

Ujang pun menjelaskan support pemerintah maksimal. Selama belum ada kepastian, pemda pun terus mengawalnya. “Kan yang memproses awal ya pemda juga. Posisi saya juga hanya mengawal saja,” kata dia.

Berhitung dari semua tahapan itu, paling realistis, pelantikan ditempuh awal Februari. Sejauh ini, belum ada persiapan intens dilakukan oleh partai atau tim dari Ayu. Pertimbangannya, kondisi Covid-19 yang belum tuntas di Jawa Barat. “Tim tidak ada persiapan apa-apa. Kalaupun soal pelantikan di sana juga tidak menghendaki adanya banyak orang. Paling hanya orang-orang tertentu saja,” akunya.

Belakangan ini, pelantikan wabup sempat mencuat. Akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Isunya, agenda persiapan itu satu persatu mulai ditempuh. Di antaranya, selain pemenuhan permohonan dokumen pelantikan, sudah dilakukan pemotretan bagi wabup. “Infonya, Ibu Ayu sedang melakukan pemotretan. Persiapan pelantikan,” kata sumber yang enggan dikorankan namanya.

Sebelumnya, Wahyu Tjiptaningsih pernah memaparkan, dirinya tidak ingin terburu-buru ketika prosesnya belum selesai. Ayu begitu dia akrab disapa mengaku siap menunggu dan mengikuti mekanisme di pemerintahan. “Secara pribadi, saya tidak ingin terburu-buru. Silakan saja, selesaikan mekanismenya seperti apa. Saya akan mematuhinya,” kata Ayu.

Sejalan dengan itu, Ayu pun, siap menjalin komunikasi dengan pemda, ketika diperlukan. “Saya pasti siap menjalin komunikasi dengan siapapun. Termasuk Pemda,” pungkasnya.

LANTIK PEJABAT

HASIL OPEN BIDDING

Sementara itu, teka-teki pelantikan hasil open bidding empat jabatan pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemkab Cirebon akhirnya terbuka. Dipastikan, pelantikan akan dilakukan Rabu (20/1) hari ini.

Berdasarkan informasi, pemilihan empat pejabat ini diawasi langsung oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pasalnya, ada dugaan intervensi dari Bupati Cirebon periode 2014-2019, Dr H Sunjaya Purwadisastra MM MSi terhadap nama-nama yang akan dipilih oleh Bupati Cirebon saat ini, Drs H Imron MAg.

Oleh karena itu, bupati dalam beberapa kali kesempatan menegaskan akan memilih sesuai aturan yang berlaku. Dia bahkan menegaskan tidak ada intervensi apapun dari pihak luar.

“Dalam waktu dekat akan ada pelantikan. Saya akan memilih yang sesuai tanpa ada intervensi siapapun. Ini hak bupati dan saya bebas memilih siapa saja. Sejak awal juga, saya tidak pernah intervensi saat pelaksanaan. Sekarang sudah ada hasilnya, saya akan menentukan satu dari tiga itu tanpa intervensi,” tegas bupati belum lama ini.

Waktu pelantikan juga sudah dipastikan akan dilaksanakan hari ini. Salah satu sumber yang namanya enggan dikorankan membenarkan hal itu.

“Benar pelantikan rencananya hari Rabu jam 10.00 WIB di Aula BKPSDM,” ujarnya kepada Rakcer, Selasa (19/1).

Mengenai nama-nama, dirinya menyebut adanya perubahan. Bahkan, hingga akhir sebelum diputuskan, masih banyak perubahan.

“Banyak berubah. Tadinya ada yang masuk ternyata dicoret. Untuk nama saya juga tidak bisa memastikan,” tambahnya.

Hanya saja, berdasarkan kabar yang berhembus, empat nama yang akan dipilih adalah Ir Iwan Rizki untuk posisi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, dr H Bambang Sumardi MM MARS untuk jabatan Direktur RSUD Arjawinangun dan H Ronianto SPd untuk jabatan Asisten Daerah Bidang Administrasi Umum. Sedangkan, untuk jabatan Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah masih simpang siur antara Jajang Sofyan SSos dan Hadi Suryaningrat. (zen/yog)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *