Pelaksanaan Musda Golkar Belum Pasti

oleh -21 views

RAKYATCIREBON.ID – Pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Golkar waktunya belum pasti. Rencananya akan digelar 16 Januari mendatang tetapi masih menunggu keputusan dari DPD Jawa Barat. 

“Ya soal pelaksanaan belum pasti. Yang pastinya dilaksanakan bulan ini,” kata ketua Penyelenggara Musda, Teguh Rusiana Merdeka kepada Rakyat Cirebon, Senin (11/1).

Pihaknya masih menunggu keputusan dari DPD Jawa Barat. Namun, dipastikan panitia sudah siap, ketika waktu penyelenggaraan ditetapkan seperti jadwal awal, 16 Januari. 

“Kita sudah mengajukan sejak 8 Januari kemarin. Sudah siap. Kapanpun,” kata Teguh.

Penyelenggaran Musda kali ini, diupayakan tidak sampai menciderai aturan. Pasalnya masih dimasa pandemi. Koordinasi dengan gugus tugas pun terus intens dilakukan. Pelaksanaanya dipastikan menaati protokol kesehatan ketat. 

Ada beberapa kebijakan. Misalnya kata Teguh, ketika pelaksanaannya disepakati tanggal 14 Januari, kemudian Jabar mengusulkan melalui mekanisme daring, dipastikan hal itu dilaksanakan. Hanya saja, sampai saat ini belum ada keputusan itu. 

“Yang pasti segala sesuatunya kita persiapkan. Yang bisa menentukan Jabar. Bukan kita. Tapi kita sudah siap. Pertanggal 8 kemarin pun,” kata pria yang kini menduduki Wakil Ketua DPRD itu.

Menurutnya, persoalan teknis pelaksanaan, baru bisa dibicarakan ketika sudah diketahui waktu pelaksanaanya. “Pasti itu. Apakah melalui daring atau tatap langsung dengan pemecahan konsentrasi. Tidak satu titik,” kata dia.

Belum adanya kepastian, tidak menciderai hajat Golkar. Esensinya tidak terkurangi. Yang pasti kata Teguh, berbagai kemungkinannya sudah disiapkan. 

Makanya, pembukaan dan pendaftaran bakal calon pun belum dibuka. Hanya saja, minggu ini pembukaan dan pendaftaran bakal calon akan dibuka. 

“Akan dibuka minggu ini. Setelah itu pendaftaran. Rencananya begitu. Saya belum tau kapan waktunya,” akunya. 

Ia mengharapkan pelaksanaan Musda nanti, tidak sampai menimbulkan gejolak berlebih. Namun bukan berarti tidak ada dinamika. Karena partai politik dipastikan tidak lepas dari itu.

Sebagai informasi syarat untuk menjadi bakal calon ketua, minimal mendapat dukungan 30 persen suara. Bakal calon, syaratnya harus membawa surat dukungan dari pemilik suara. Jumlah total suara sendiri sebanyak 46. Terdiri dari suara PK, organisasi pendiri partai, organisasi sayap, demisioner ketua serta suara dari DPD Jabar. 

“Dimungkinkan akan ada 3 calon. Jadi dipastikan dinamika itu ada. Namanya politik pastik. Seperti apanya, kurang tau,” akunya.

Kendati demikian, musyawarah untuk mufakat tetap akan menjadi pijakan utama. Sesuai intruksi. “Kita tetep mengedepankan musyawarah. Menyerap suara dari bawah,” pungkasnya. (zen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *