Pekerja di Majalengka Turun ke Jalan Tuntut Kenaikan UMK

oleh -3 views
DEMO. Buruh di Kabupaten Majalengka melakukan unjukrasa menuntut kenaikan upah yang lebih manusiawi.

RAKYATCIREBON.ID – Ribuan buruh di Kabupaten Majalengka turun ke jalan menyatakan penolakan terhadap penetapan Upah Minimum Kabupaten/kota (UMK) tahun 2022 yang hanya naik Rp36 ribu. Kericuhan terjadi di salah satu pabrik di Kabupaten Majalengka, saat ribuan buruh melakukan sweeping ke sejumlah pabrik pada Rabu (24/11).

Aksisweeping itu dilakukan untuk mengajak para buruh yang masih bekerja agar ikut menyuarakan menentang penetapan upah minimum kabupaten/kota (UMK) Majalengka yang kenaikannya jauh dari harapan buruh.

Aksi kericuhan itu terdokumentasikan dalam sebuah video yang tersebar luas di story dan grup WhatsApp.

Dari video berdurasi sekitar 27 detik itu, menampilkan sejumlah massa buruh mengenakan baju putih biru memaksa masuk ke sebuah pabrik dengan cara mendobrak pagar. Setelah mereka berhasil merobohkan pagar, massa buruh langsung memaksa masuk ke dalam pabrik.

Pada saat memaksa masuk, nampak petugas keamanan pabrik juga sempat menghalangi massa. Namun, karena jumlah massa lebih banyak, mereka kewalahan sehingga akhirnya para buruh itu berhasil menerobos masuk ke dalam pabrik.

Setelah berhasil merangsek masuk ke dalam, mereka meminta semua buruh yang masih bekerja untuk keluar dan ikut bergabung dengan buruh lainnya. “Keluar, keluar, keluar,” teriak massa buruh seperti dilihat dalam video.

Sementara itu, perwakilan Aliansi Buruh Majalengka, Asep Odin membenarkan jika ada sweeping ke sejumlah pabrik dalam aksi buruh yang turun ke jalan dalam rangka menuntut kenaikan UMK 2022. “Betul ada aksi sweeping,” kata Asep saat dikonfirmasi.

Sementara itu, ribuan buruh di Kabupaten Majalengka menyampaikan aspirasinya ke  Kantor Bupati untuk menyatakan penolakan terhadap penetapan Upah Minimum Kabupaten/kota (UMK) tahun 2022 yang hanya naik Rp36 ribu. Aksi buruh kali ini buntut dari ketidakpuasan atas penetapan UMK 2022 yang naik sebesar Rp36 ribu atau dari sebelumnya Rp2.009.000 menjadi Rp 2.045.000.

Akibat demo buruh tolak UMK Majalengka, ratusan kendaraan terjebak macet di jalur Jalan Nasional Cirebon-Bandung, tepatnya di depan perempatan lampu merah Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, Rabu (24/11).

Kemacetan ini terjadi akibat menumpuknya kendaraan buruh yang akan melakukan aksi demonstrasi di Pendopo Bupati Majalengka.

Pantauan di lapangan, kemacetan mulai terjadi di jalan raya Cirebon-Bandung yang melintas di wilayah Kecamatan Sumberjaya hingga Jatiwangi.

Ribuan sepeda motor buruh memenuhi hampir seluruh badan jalan. Akibatnya, kendaraan dari arah Kadipaten menuju Cirebon terhenti di beberapa titik. Bahkan, tidak sedikit pengendara sepeda motor yang harus mencari jalan alternatif untuk menghindari kemacetan.

Sementara untuk kendaraan roda empat, terpaksa harus menunggu iring-iringan sepeda motor buruh. Perempatan Jatiwangi menjadi titik berkumpulnya ribuan buruh dari berbagai pabrik. “Ini ikut aksi mau ke Pendopo Bupati menuntut kenaikan UMK,” ujar Ketua Aliansi Buruh Majalengka (ABM), Joko Purnomo, Rabu (24/11).

Selain melakukan aksi konvoi menuju Pendopo Bupati, para buruh ini juga melakukan aksi sweeping ke sejumlah pabrik untuk mengajak buruh yang masih bekerja untuk ikut dalam aksi. “Betul ada aksi sweeping dulu,” ucapnya. (hsn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.