Partai Komunis China Eksploitasi Kematian George Floyd?

oleh -3 views
Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Xi Jinping (Foto: Reuters/Kevin Lamarque)

RAKYATCIREBON.ID-Menteri Luar Negeri Mike Pompeo dalam akun twitter resminya mengatakan, kematian tragis Floyd telah dimanfaatkan oleh Partai Komunis China (PKC) untuk mendapatkan keuntungan politik.

“Upaya tak berperasaan Partai Komunis China untuk mengeksploitasi kematian tragis George Floyd demi keuntungan politiknya sendiri akan gagal. Selama masa-masa terbaik, Beijing dengan kejam memaksakan komunisme. Di tengah tantangan yang paling sulit, Amerika Serikat mengamankan kebebasan,” cuit Pompeo dalam akun Twitter-nya.

Bersamaan dengan cuitan tersebut, Pompeo, dalam pernyataan resmi yang dirilis Departemen Luar Negeri AS pada Sabtu (6/5), mengatakan kritikan China terhadap penanganan protes anti-rasisme pemerintah AS tidak lain untuk membenarkan tindakan otoriternya terhadap isu hak asasi manusia (HAM).

“Beijing dalam beberapa hari terakhir telah menunjukkan penghinaannya yang terus menerus. Upaya propaganda PKC yang berusaha untuk mengacaukan penanganan AS setelah kematian George Floyd harus dilihat yang sebenarnya,” bunyi pernyataan tersebut.

“Selama masa-masa terbaik, China dengan kejam memaksakan komunisme. Di tengah tantangan yang paling sulit, AS mengamankan kebebasan,” tambah pernyataan tersebut.

Pernyataan Mike Pompeo bahwa kematian tragis Floyd telah dimanfaatkan oleh Partai Komunis China (PKC) untuk mendapatkan keuntungan politik ini, membuktikan perubahan pendekatan strategis Amerika Serikat terhadap Republik Rakyat China menjadi titik balik kritis bagi kebijakan AS dalam menghadapi pemerintahan Partai Komunis China.

Newt Gingrich menulis di bukunya Trump versus China: Facing America’s Greatest Threat yang terbit pada Oktober 2019: “Kepentingan, keamanan, dan nilai-nilai yang dijunjung tinggi Amerika Serikat dan dunia bebas tempat kita terbiasa hidup kini sedang ditantang.” Pada akhirnya, “Sekretaris Jenderal Xi Jinping dan Partai Komunis China sedang membangun dunia yang berbeda yang mengancam keberlangsungan Amerika yang bebas dan berdaulat.”

Beberapa bulan terakhir ini, Newt Gingrich dan Claire Christensen dari Newsweek berpendapat, pandangan bahwa Republik Rakyat China akan mengadopsi sistem yang lebih terbuka dan bebas jika dimasukkan ke dalam komunitas internasional secara fundamental, akhirnya terbukti salah. Kita tahu sekarang China dikendalikan oleh Partai, yang berkomitmen pada ideologi kekuasaan Leninis. Menurut Xi, Partai Komunis China “senantiasa menganut cita-cita komunisme yang luhur”.

Amerika Serikat sekarang berada di titik kritis yang akan menentukan masa depan kebijakan AS terhadap rezim China. Partai Komunis China dengan jelas menghadirkan ancaman bagi AS. Komitmen ini ditujukan pada totalitarianisme Leninis yang mendefinisikan tujuan dan taktiknya. Amerika tidak dapat membangun kembali hubungan yang telah dimiliki dengan China selama 50 tahun terakhir, sehingga perlu merancang yang baru.

Namun, jauh sebelumnya, Pompeo tentu membaca kasus Scottsboro di Alabama, sebuah kasus yang cukup menarik. Hal ini diakibatkan kentalnya perlakuan diskriminatif orang kulit putih terhadap orang kulit hitam pada masa tersebut. Partai Komunis Amerika Serikat saat itu ikut terlibat dalam memperjuangkan keadilan bagi sekelompok pemuda kulit hitam yang menjadi terdakwa dalam kasus Scottsboro.

Saat kasus itu muncul tengah terjadi the Great Depression di mana kejadian tersebut diyakini oleh orang-orang komunis berdasarkan perkiraan Marx sebagai jatuhnya kaum kapitalis. Hal ini menyebabkan kaum komunis dalam Partai Komunis Amerika Serikat secara gencar ingin menanamkan pengaruhnya dengan ikut memperjuangkan persamaan ras bagi kelompok kulit hitam.

Namun, di balik kepedulian tersebut sesungguhnya Partai Komunis bertujuan untuk menarik simpati kelompok kulit hitam di Selatan dan kelompok Liberal di Utara untuk masuk menjadi anggota partai.

Selama tahun 1930-an perhatian dunia begitu besar pada kasus Scottsboro Boys, dimana sembilan pemuda kulit hitam dinyatakan bersalah karena perbuatan yang tidak pernah mereka lakukan sama sekali. Diawali
dengan kepedulian terhadap kelompok kulit hitam, tekanan dari Comintern di Moskow, dan kebutuhan untuk dapat merekrut orang sebanyak-banyaknya masuk ke partai, membuat partai ikut berperan dalam
kasus ini.

Partai melakukan dua strategi dalam kasus ini yaitu dengan mengusahakan adanya naik banding bagi para terdakwa ke Mahkamah Agung dan pengerahan massa untuk menarik simpati masyarakat AS terhadap pars terdakwa.

Kasus Scottsboro terjadi pada tanggal 25 Maret 1931 pada sebuah kereta api barang di antara daerah Stevenson dan Scottsboro, Alabama. Pada awalnya di sebuah gerbong terjadi perselisihan antara sekelompok pemuda kulit hitam dan sekelompok pemuda kulit putih. Perselisihan tersebut diakhiri dengan kekalahan kelompok pemuda kulit putih yang terlempar keluar dari kereta. Sekelompok pemuda kulit putih yang terlempar keluar tersebut kemudian berlari menuju stasiun terdekat dan melaporkan bahwa mereka telah diserang oleh sekelompok pemuda kulit hitam di kereta api barang yang sedang menuju ke stasiun Paint Rock, Ketika kereta sampai di stasiun puluhan petugas bersenjata mengepung kereta dan beberapa di antaranya masuk ke dalam kereta dan menangkap setiap pemuda kulit hitam yang ada di dalam
kereta. Ketika itu para petugas menemukan dua orang wanita kulit putih yaitu Victoria Price 23 tahun dan Ruby Bates 18 tahun ada di dalam kereta. Dua orang wanita kulit putih tersebut diperiksa dan menyatakan bahwa mereka telah diperkosa oleh sembilan orang pemuda kulit hitam yang bcrhasil ditangkap petugas.

Persidangan pertama bagi para terdakwa dilaksanakan pada bulan April 1931. Hukuman mati diberikan bagi delapan orang terdakwa dan hukuman penjara seumur hidup bagi seorang di antaranya karena usianya yang
masih muda saat itu. Kasus ini mengalami tiga kali masa kepemimpinan hakim dan satu kali pergantian jaksa penuntut. Komposisi juri yang ada semuanya kulit putih dan baru pada persidangan di tahun 1935
sebagian orang kulit hitam dapat masuk ke dalam komposisi juri.

Partai Komunis memberikan fasilitas sebuah tim pembela hukum yang diketuai oleh Samuel Liebowitz bagi para terdakwa. Untuk memudahkan
langkahnya Liebowitz membuat sebuah komite yang dinamakan dengan American Scottsboro Committee (ASC) pada tahun 1934. Kecurangan dalam persidangan dilakukan oleh kader komunis yaitu dengan
menyuap Victoria Price.

Setelah kejadian tersebut ASC kemudian bersama dengan organisasi-organisasi lainnya yang peduli dengan kasus ini membentuk Scottsboro Defense Committee (SDC). Dengan terbentuknya SDC maka keterlibatan partai Komunis secara khusus dalam kasus ini pun diakhiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.