Pariwisata Majalengka Masih Kurang Promosi

oleh -11 views
KAYA WISATA. Kabupaten Majalengka merupakan kabupaten yang sangat kaya dengan destinasi wisatanya. Namun, promosi wisata Majalengka masih kurang maksimal. FOTO: PAI SUPARDI/RAKYAT CIREBON

RAKYATCIREBON.ID – Pemerintah Kabupaten Majalengka melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Parbud) siap meluncurkan program City Tour Of Majalengka.

Kepala Disparbud, Dra Hj Lilis Yuliasih MPd mengatakan, program City Tour Of Majalengka sesuai dengan kebijakan pemerintah Kabupaten Majalengka.

Menurutnya, program tersebut dalam rangka mempromosikan wisata kota Majalengka. Diharapkan dengan program itu akan mampu mempromosikan semua potensi wisata yang ada di Majalengka. Baik wisata kota maupun wisata alam lainya.

“Jika program tersebut bisa berjalan sesuai rencana, maka akan menimbulkan multi efek, termasuk terhadap kebangkitan ekonomi masyarakat,”terangnya.

Namun demikian, kata dia, untuk mewujudkan program tersebut maka diperlukan dukungan oleh semua pihak terkait. Seperti Dinas Pendidikan, Perhubungan, Pol PP, Parbud, serta organisasi wisata lainya.

Seperti, HPI, PHRI, Pokdarwis, Asperwi, MPI dan organisasi kependidikan. Seperti IGTKI, IGRA dan Himpaudi.

Terpisah, Ketua Masyarakat Pariwisata Indonesia (MPI) Kabupaten Majalengka, Ir H Dadan Taofik SH MH MKan mengatakan, jika pada dasarnya Kabupaten Majalengka merupakan kabupaten yang sangat kaya dengan destinasi wisatanya.

Bahkan beberapa lokasi wisata diantaranya sudah memperoleh penghargaan Internasional dan nasional serta regional.

Tinggal bagaimana mempromosikan potensi tersebut agar lebih booming lagi. Pasalnya sejauh ini pihaknya menilai, kegiatan promosi wisata Majalengka masih kurang maksimal.

“Diharapkan dengan program City Tour of Majalengka ini bisa lebih meningkatkan promosi wisata di Majalengka, sebab sejauh ini promosi kita memang masih kurang maksimal,”ucapnya.

Namun demikian karena saat ini masih dalam kondisi pandemi Covid-19. Dadan kembali mengingatkan kepada para pengelola wisata untuk tetap menyiapkan sarana pendukung protokol kesehatan secara ketat.

“Dengan menjadi kabupaten tujuan wisata, maka resiko yang harus diambil adalah datangnya warga luar ke Majalengka. Oleh karena itu maka penyediaan sarana prasarana prokes di lokasi wisata, dan penerapan prokes secara ketat kepada pengunjung menjadi sebuah keharusan,”pungkasnya. (pai)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.