Panpilwu Lakukan Penelitian Berkas Bakal Calon Kuwu

oleh -64 views
TAHAPAN. Panpilwu Desa Pilangsari di Kecamatan Jatibarang melakukan penelitian berkas persyaratan bacalwu. FOTO: TARDIARTO AZZA/RAKYAT CIREBON

RAKYATCIREBON.ID – Panitia Pemilihan Kuwu (Panpilwu) di 171 desa secara intens melakukan proses penelitian berkas persyaratan bakal calon kuwu (bacalwu). Sedangkan proses verifikasi akan dilakukan oleh Panpilwu tingkat kecamatan.

Dari 171 desa yang menggelar pilwu itu adalah Desa Pilangsari di Kecamatan Jatibarang. Dengan 3 kandidat yang mendaftar, proses penelitian berkas membutuhkan waktu sehari. “Kita sudah melakukan penelitian berkasnya. Untuk verifikasinya nanti di kecamatan,” jelas Ketua Panpilwu Desa Pilangsari, Rasta, Senin (5/4).

Tiga kandidat yang mendaftar itu semuanya terbilang memiliki pengalaman di birokrasi. Yakni Dedy Abdurakhman yang merupakan mantan sekretaris desa setempat sebelum bertugas di Kantor Pemerintah Kecamatan Jatibarang. Kemudian Caswaka dengan jabatan yang diemban sebagai bendahara desa setempat. Sedangkan Dailah merupakan sekretaris desa setempat yang masih menjabat.

Disampaikan Rasta, pesta demokrasi di desanya tersebug mengusung tagline Al dan Andin. Yaitu adil, lancar, aman, damai, dan independen. “Suksesi penyelenggaraannya harus terwujud. Ini proses memilih pemimpin di desa untuk 6 tahun mendatang,” kata dia.

Camat Jatibarang, Indra Mulyana AP MSi menyebutkan, 11 dari 15 desa di wilayah kerjanya akan menyelenggarakan pilwu pada 2 Juni 2021 mendatang. Yakni Desa Sukalila, Pilangsari, Jatibarang Baru, Bulak, Bulak Lor, Kebulen, Jatisawit, Jatisawit Lor, Krasak, Kalimati, dan Malangsemirang. “Verifikasi berkas persyaratan bacalwu di kecamatan akan menentukan keabsahan dokumennya. Nanti dokumen asli harus dibawa semua. Apabila ada yang gagal verifikasi nanti akan mengurangi jumlah bakal calon yang ditetapkan menjadi calon,” tegasnya.

Dalam penyelenggaraan pilwu, lanjut Indra, pihaknya berharap Desa Pilangsari bisa menjadi contoh. Termasuk faktor dewasa dalam berpolitik. “Sampai saat ini tidak ada gejolak atau gangguan yang kaitannya dengan pilwu. Situasi pandemi harus tetap jadi acuan, termasuk penyampaian visi misi polanya masih dibahas,” terangnya.

Ia tidak memungkiri, sampai saat ini masih banyak yang tidak siap kalah. Sehingga pihaknya kembali mengingatkan agar pilwu benar-benar bisa berjalan secara demokratis. Karena pilwu merupakan ajang memilih pemimpin yang akan membangun desa dan mengabdi kepada masyarakat. “Banyaknya tidak siap kalah. Intinya, kalau menang jangan jumawa. Apabila kalah jadikan introspeksi, pasti ada jalan lain yang terbaik,” tandasnya. (tar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *