Panjunan Bakal Jadi Wisata Religi dan Sentra Kuliner

oleh -9 views
WISATA KAMPUNG ARAB. Jalan Panjunan akan menjadi ikon Kampung Arab. Di sana ada sentra kuliner serta toko oleh-oleh khas Timur Tengah yang menjadi bagian dari wisata terintegrasi. FOTO: ASEP SAEPUL MIELAH/RAKYAT CIREBON

RAKYATCIREBON.ID – Konsep wisata terintegrasi dengan tema Kampung Arab, ternyata sudah lama dipersiapkan. Meskipun pembangunannya tertunda, karena anggaran di tingkat provinsi dialihkan dulu untuk penanganan Covid-19. Namun, rencana ini akan segera menjadi kenyataan.

KampungArab sendiri diproyeksikan akan dikembangkan secara terintegrasi di beberapa RW di wilayah Panjunan. Setidaknya, ada tiga RW sentral yang akan menjadi pusatnya. Yakni RW 04 Pesayangan, RW 05 Kenduruan dan RW 08 Panjunan.

Ketua RW 05 Kenduruan, Zaki Mubarak mengungkapkan, Detail Engineering Design (DED) sekaligus site plan untuk pengembangan Kampung Arab sudah selesai. Konsultan sudah turun melakukan pemetaan. Bahkan sudah menyusun gambar untuk pengembangan Kampung Arab.

“Mayoritas itu di tiga RW. Nanti gerbang utama akan ada di RW 05 Kenduruan, akan dibangun gapura dengan ciri khas Timur Tengah. Site plan sudah ada. Saya megang dokumennya juga,” ungkap Zaki.

Konsultan dari Bandung, lanjut Zaki, sudah beberapa kali turun dan bertemu dengan pihak RW yang terintegrasi, untuk dikembangkan menjadi Kampung Arab.

Bahkan, sempat diwacanakan pengembangan Kampung Arab ini akan dilaksanakan pada tahun 2020. Namun karena saat itu pandemi Covid-19 melanda, maka pengerjaan ditunda dan direncanakan ulang tahun 2021.

“Dulu rencana katanya 2020. Cuma karena pandemi, ditunda 2021. Tapi sampai sekarang belum ada pekerjaan. Jadi kemungkinan tahun 2022. Konsultan sudah tiga kali survei ke lapangan,” lanjut Zaki.

Dijelaskan Zaki, mengenai konsep Kampung Arab yang DED-nya sudah disusun, nanti akan dikembangkan beberapa titik wisata sesuai koridornya. Dan jika melihat perencanaan, ada beberapa koridor. Seperti untuk wisata religi atau ziarah, koridor wisata kuliner khas Arab, serta pertunjukan khas timur tengah.

Untuk wisata religi, kata Zaki, ada beberapa destinasi yang direncanakan. Mulai dari Masjid Merah Panjunan, Makam Pangeran Karung, serta beberapa masjid bersejarah lainnya, termasuk Masjid Jagabayan.

Untuk koridor wisata kuliner, di Kampung Arab nanti dikonsep akan ada semacam sentra kuliner yang menyajikan kuliner khas Arab dan Timur Tengah. Di antaranya Nasi Kebuli, Nasi Mandhi, Nasi Biryani, Nasi Kapsah, hingga Roti Maryam dan Kue Kamir.

“Di konsepnya, nanti ada kuliner khas Arab dan Cirebon. Ada juga pertunjukan khas Arab. Seperti musik gambus sebulan dua kali. Tempatnya diatur di tengah. Ada juga cinderamata dan oleh-oleh haji,” jelas Zaki.

Ditambahkan Zaki, dalam pengembangan kepariwisataan, selain Kampung Arab, di Panjunan juga sudah disiapkan konsep Lampung Bahari. Titik wilayahnya ada di RW Pesisir Panjunan, RW 01 Pesisir Selatan dan RW 10 Pesisir Utara.

“Kampung Bahari bahkan sudah mulai. Diawali dengan proyek Kotaku di pesisir yang sudah berjalan,” imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Walikota Cirebon, Dra Hj Eti Herawati begitu konsen dan bersemangat untuk memperkenalkan Kota Cirebon sebagai kota berbasis wisata. Oleh karena itu, pengembangan-pengembangan kampung wisata pun menjadi prioritasnya.

“Sedikit-sedikit lah. Pelan-pelan kita kembangkan. Mana dulu yang lebih baik. Kita ada Kampung Batik, Kampung Seni, nanti ada Kampung Arab dan Pecinan,” imbuh Eti.

Sebelumnya, Kepala Disbudpar Kota Cirebon, Agus Suherman mengungkapkan, setelah pada tahun sebelumnya sudah ada dua titik kampung wisata di RW 11 Benda Kerep, Kelurahan Argasunya dan RW 10 Kanoman Utara, Kelurahan Pekalipan, tahun ini Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) kembali menyusun Detail Engineering Design (DED) untuk konsep pembangunan dua kampung wisata baru.

Namun berbeda dengan dua kampung wisata sebelumnya yang berbasis RW, untuk konsep dua kampung wisata yang DED-nya sedang disusun ini, berbasis pada wilayah kebudayaan.

Dua DED kampung wisata yang sedang disusun adalah, pembentukan wisata Kampung Arab di wilayah Panjunan, serta kampung Pecinan di wilayah Kanoman.

“Tahun ini, kita buat DED untuk Kampung Arab dan Kampung Pecinan. Kampung Arab di Panjunan, dan Pecinan di Lemahwungkuk,” ungkap Agus.

Untuk DED yang sedang disusun, lanjut Agus, akan diajukan ke Pemprov Jabar. Karena untuk pembentukan kampung wisata, pembiayaan diajukan agar bisa dianggarkan ke APBD Provinsi Jawa Barat.

“Progres sedang kita ajukan ke provinsi untuk pendanaan. Karena konsep kampung wisata ini full disokong oleh provinsi. Kita ajukan melalui BP4D,” lanjutnya.

Konsep secara umum yang dicantumkan dalam DED dua kampung wisata yang akan diajukan, secara umum adalah pembangunan untuk peningkatan SDM dan juga pengembangan fisik.

Sedangkan untuk konsep pelaksanaan, ke depan dua kampung wisata yang sedang diajukan akan menghadirkan daya tarik, agar bisa menarik pengunjung datang ke Kota Cirebon. Tentu dengan kelebihan yang dimiliki masing-masing kampung wisata.

“Kampung Arab bisa mempromosikan dan menghadirkan kesenian, kuliner Arab, sampai oleh-oleh. Termasuk Pecinan. Khasnya, salah satunya ada kesenian Chinese untuk ditampilkan,” jelas Agus.

Namun karena refocusing di Provinsi Jabar, dua kampung wisata yang diajukan di tahap awal tertunda. Dan tahun ini kembali diajukan untuk dianggarkan ulang.

Untuk pengembangan kampung wisata di Kanoman Utara dan Benda Kerep, kata Agus, diajukan anggaran masing-masing Rp5 miliar. Sedangkan untuk dua DED kampung Arab dan Pecinan, tidak sampai di nilai tersebut. Tetapi akan diajukan untuk pengembangan secara maksimal.

“Yang dua kampung wisata awal juga masih nunggu provinsi, karena refocusing. Kita akan tetap koordinasi dengan provinsi. RW 11 Benda Kerep diajukan 5 miliar, RW 10 Kanoman Utara juga 5 miliar. Yang Kampung Arab dan Pecinan juga tidak jauh dari nilai itu. Jadi nanti akan kita ajukan empat kampung wisata. Dua untuk dianggarkan ulang dan dua lagi pengajuan baru,” imbuhnya. (sep)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.