Nana Bantah Tudingan Gemasku

oleh -5 views

RAKYATCIREBON.ID – Direktur Perusahaan Umum Daerah Aneka Usaha Kuningan Nana Sutisna menyatakan, pihaknya perlu mengklarifikasi terkait maraknya pemberitaan tentang Perusahaan Umum Daerah Aneka Usaha

(Perumda AU), perlu diluruskan agar masyarakat mendapatkan gambaran yang utuh dan berimbang.

“Setelah saya perhatikan isinya, ini lebih banyak mendeskriditkan saya,” kata Nana kepada awak media kemarin.

Menurut Nana, banyak wacana yang disampaikan, diantaranya tuntutan terhadap Direktur untuk mundur, tuntutan pembubaran Perumda AU, dan pengalihan pengelolaan usaha wisata Perumda AU kepada Dinas Parawisata, Olah Raga dan Parawisata (Disporapar), secara pribadi, Nana Sutisna menanggapi positif terhadap tiga pandangan tersebut. Dalam hal ini disadari bahwa begitu banyak pengharapan terhadap Perumda AU dalam usianya yang 10 tahun, sudah seharusnya tampil lebih baik dan profesional sesuai dengan cita-cita awal berdirinya.

Diungkapkan Nana dirinya dilantik sebagai Direktur Perumda AU pada bulan Agustus 2020, merasa terdorong sekaligus prihatin atas berbagai pemberitaan minor, terlepas valid atau tidak validnya data yang disampaikan. Namun dirasa perlu juga untuk menyampaikan kebenaran substanstif tentang Perumda AU.

Nana juga membantah telah melakukan nepotisme dengan mengangkat (anggota) keluarganya di jajaran PDAU yang (dinilai) melanggar (aturan). Tudingan nepotisme kepada dirinya dengan mengangkat anggota keluarganya di jajaran PDAU adalah tidak benar.

“Karena ini sudah menyerang pribadi Saya, maka Saya wajib meluruskan (soal tudingan nepotisme ini),” tutur Nana.

Ia menambahkan dirinya punya anak bernama Gema. Namun, Gema, diakuinya, bukanlah karyawan Perumda AU sebagaimana yang disebut-sebut oleh warga yang mendemo kantornya.

“Gema bukan karyawan, tapi sebagai bagian dari Tim percepatan pembangunan strategis Perumda. Pak, dia itu dikasih honor hanya buat transport saja, yang jumlahnya tidak jauh dengan honor THL sebagaimana umumnya,” jelas Nana.

Maka, kalaupun dirinya menetapkan Gema ini sebagai salah seorang kepala unit wisata di salah satu bagian PDAU, diakuinya itu adalah saran dari pihak lain.

“Saya tidak pernah mendudukkan anak Saya sebagai pimpinan unit. Karena Saya faham ada UU nomor 13 bahwa tidak boleh ada hubungan keluarga (dalam perekrutan pegawai). Maka kalau Saya tetapkan Gema, memang dia Profesional,” jelasnya.

Ia menjelaskan sumbangsih pekerjaan anaknya untuk Perumda AU telah membangun satu sistem merchant aggregator yang bekerjasama dengan link aja.

“PDAU kan enggak punya uang saat ini, kalau kita bangun satu anak perusahaan bernama Kuningan Investama, dan kita telah jalin kerjasama dengan merchant aggregator link aja ini, maka kita dibenarkan untuk menghimpun dana dari masyarakat,” jelasnya.

Hari ini, imbuh Nana, anak perusahaan itu sudah berdiri dan yang mengerjakannya adalah Gema, anaknya, yang hanya dibayar untuk ongkos saja.

Ia meyakinkan bahwa keberadaan dirinya sebagai Direktur di Perumda AU, bukan untuk mencari uang untuk pribadi dan keluarganya.

“Kalau Saya di PDAU itu niatnya ingin membangun, lho. Kalau Saya mau get money, bukan di sini,” tandasnya.

Keberadaan anaknya di bagian perusahaan juga diakuinya sudah diberhentikan. Karena anaknya hanya sebatas membantu Tim percepatan pembangunan strategis Perumda.

“Saya tidak menempatkan Gema ini sebagai karyawan (pegawai dengan perjanjian kerja tetap). Dia sewaktuwaktu bisa Saya berhentikan dan saat ini pekerjaannya sudah selesai,” jelasnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Gerakan Masyarakat Kuningan Bersatu (Gemasku), mendatangi kantor Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Aneka Usaha Kabupaten Kuningan, yang berada di komplek taman Cirendang Senin (27/09).

Koordinator Aksi Nabil menyampaikan 4 tuntutan pertama, mereka meminta Bupati bisa segera mengaudit kinerja Perumda AU yang dinilai tak menghasilkan apa-apa untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kuningan.ale)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.