Musim Tanam Datang, Pupuk Malah Menghilang

oleh -8 views

RAKYATCIREBON.ID-Anggota DPR RI, H Sutrisno menerima berbagai keluhan dari para petani terkait kelangkaan pupuk bersubsidi, saat melakukan kunjungan ke daerah pemilihan (Kundapil), kemarin.

Bertempat di rumah kediamannya di Desa Ligung Kecamatan Ligung Kabupaten Majalengka, H Sutrisno yang mantan Bupati Majalengka itu bertemu dengan puluhan petani dan para pengecer serta distributor pupuk.

Pada pertemuan itu Sutrisno memngatakan, petani menginginkan kehadiran pemerintah di tengah tengah petani. Sebagai anggota DPR RI, yang duduk di komisi IV, Sutrisno bersentuhan langsung dengan petani.

Dirinya merasakan betul kesulitan petani. Yakni, keinginan pupuk tersedia disaat bercocok tanam dan harga jual padi yang layak disaat panen tiba.

“Keluhan para petani di pertemuan kali ini, akan dibahas pada rapat kerja dewan, kedepan diharapkan petani tidak lagi resah karena kelangkaan pupuk,” ucap Sutrisno.

Dikatakannya, saat ini petani tidak mempermasalahkan mahal atau murahnya harga pupuk, yang petani inginkan ketersedian pupuk manakala musim tanam tiba. Sehingga petani bisa dengan mudah mendapatkan pupuk di tingkat pengecer.

“Oleh karena itu, pada pertemuan kali ini, saya harap distributor harus bisa menunjuk pengecer yang bertanggung jawab. Jangan sampai nantinya pupuk di pengecer juga menghilang,” ungkap Sutrisno.

Diakuinya, tahun ini subsidi untuk pupuk memang tidak sepenuhnya diberikan, mengingat saat ini pemerintah mengalihkan sebagian besar anggaran untuk menangani pandemi Covid-19. Sehingga mau tidak mau pos pos subsidi dikurangi.

“Tahun ini pemerintah hanya menganggarkan subsidi untuk pupuk sebesar Rp25 triliun. Mudah mudahan pandemi Covid cepat berakhir. Sehingga subsidi untuk rakyat kembali normal,” ujar Sutrisno.

Ditempat yang sama, Dodo, seorang petani asal Desa Gandawesi Kecamatan Ligung Kabupaten Majalengka, berharap Sutrisno agar memperjuangkan nasib para petani. Karena petani merupakan garda terdepan di bidang pangan.

“Ya saya berharap kedepan nasib petani diperhatikan, karena petani tidak pernah meminta yang aneh aneh, yang penting pupuk ada disaat dibutuhkan. Tidak seperti sekarang. Jangankan yang bersubsidi yang non subsidi saja ikut menghilang,” pungkas Dodo singkat.(hsn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *