Mulai Hari Ini, KA Kaligung Kembali Beroperasi

oleh -6 views
KALIGUNG. Setelah dihentikan karena ketentuan PPKM, KA Kaligung kembali beroperasi mulai hari ini. FOTO: ASEP SAEPUL MIELAH/RAKYAT CIREBON

RAKYATCIREBON.ID – Setelah perjalanan sempat diberhentikan karena ketentuan penerapan PPKM darurat lalu, akhirnya mulai tanggal 4 Oktober (hari ini, red), PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 3 Cirebon kembali mengoperasikan Kereta Api (KA) lokal Kaligung.

Sebagaimana diketahui, dalam setiap harinya terdapat delapan perjalanan rangkaian KA Kaligung yang terbagi dalam tiga relasi perjalanan. Yakni relasi Cirebon Prujakan – Semarang Poncol/pp, relasi Brebes – Semarang Poncol/pp dan relasi Tegal – Semarang Poncol/pp.

Manager Humas PT KAI Daop 3 Cirebon, Suprapto mengungkapkan, secara umum, persyaratan penumpang untuk KA Kaligung yang akan kembali beroperasi masih sama. Ketentuannya sudah diatur dalam SE Kemenhub nomor 69 Tahun 2021.

Namun ada beberapa ketentuan yang berbeda dan terbilang lebih longgar. Penumpang KA Kaligung yang merupakan KA lokal ini, tidak perlu menunjukan hasil tes RT-PCR atau Rapid Antigen serta surat tugas lainnya. Namun sementara persyaratan tersebut masih wajib bagi penumpang KA Jarak Jauh.

“Terhitung mulai 4 Oktober 2021, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan ketat, kita kembali mengoperasikan KA Kaligung. Syarat utama bagi penumpang KA Kaligung, tetap penumpang harus berusia di atas 12 tahun dan sudah divaksin Covid-19 minimal tahap pertama. Tapi khusus bagi penumpang KA lokal ini tidak perlu menunjukan hasil tes Rapid Antigen,” ungkap Suprapto.

Dijelaskan Suprapto, KA Kaligung dari tiga relasi ini rangkaiannya terdiri dari tujuh gerbong kereta kelas ekonomi dan dua gerbong berkelas eksekutif. Okupansi maksimal untuk setiap gerbongnya masih dibatasi hingga 70 persen. Dari segi tarif pun, KA Kaligung menerapkan tarif yang sangat terjangkau.

“Sementara untuk tarif tiket KA Kaligung mulai dari 60 ribu,” kata Suprapto.

Dioperasikannya kembali KA Kaligung, tambah Suprapto, diharapkan bisa menghidupkan kembali geliat ekonomi kedua kota yang dihubungkan. Serta bisa memenuhi kebutuhan para penumpang akan moda transportasi cepat Cirebon-Semarang.

“Semoga dengan disiplin dalam mematuhi protokol kesehatan yang telah ditentukan, kita bisa mewujudkan transportasi kereta api yang aman, nyaman dan cepat. Serta terhindar dari penyebaran Covid-19,” tutup Suprapto. (sep)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.