Menteri ESDM Datangi Kilang Balongan, Pastikan Kebakaran Tertangani

oleh -10 views
TINJAU. Menteri ESDM Arifin Tasrif mendatangi kilang Pertamina RU VI Balongan memastikan kebakaran benar padam. FOTO: TARDIARTO AZZA

RAKYATCIREBON.ID – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia, Arifin Tasrif melihat langsung kondisi terkini kilang Refinery Unit (RU) VI Balongan didampingi Dirut Pertamina Nicke Widyawati, Sabtu (3/4).

Kedatangannya itu untuk memastikan insiden kebakaran 4 tangki penyimpanan BBM sejak beberapa hari lalu sudah bisa tertangani dan benar-benar padam.

Disampaikan, api yang membakar 4 tangki T 301 kilang sudah berhasil dipadamkan sekitar pukul 10.00 WIB. Meski demikian perlu untuk dilakukan upaya pendinginan untuk menurunkan temperatur pada 4 tangki yang terbakar tersebut.

Menurutnya, api yang kembali menyala di tangki kilang yang sebelumnya sudah padam disebabkan karena suhunya masih panas dan terbukanya cairan langsung ke udara. Juga masih ada beberapa poin-poin lain termasuk endapan minyak.

“Sekarang masih proses pendinginan terhadap sisa minyak pada tangki yang terbakar, ini bertujuan untuk menurunkan temperatur permukaan tangki yang terbakar,” jelasnya saat konferensi pers di lobi Gedung Putih Pertamina RU VI Balongan.

Terhadap kondisi itu, pihaknya bersama Pertamina akan mengupayakan percepatan perbaikan. Untuk itu masyarakat di sekitar kilang agar tetap tenang dan tidak khawatir akan terjadi ledakan susulan.

Menteri Arifin yang memimpin Kementerian ESDM sejak Oktober 2019 ini meminta, Pertamina agar mengevaluasi dan segera melakukan pemasangan instalasi unit pengaman sesuai standar yang diberlakukan, serta mengacu pada standar teknologi internasional.

Sedangkan penyebab kebakaran yang diduga akibat konsleting listrik dengan udara masih dalam proses investigasi dari internal Pertamina maupun pihak lain yang berwenang.

“Penyebab daripada kecelakaan ditangki ini masih dalam proses investigasi yang dilakukan pertamina internal dan eksternal. Kita ingin mendapatkan kajian melalui disfungsi internasioal yang menangani kecelakaan kerja seperti ini,” tegasnya.

Sementara itu, Pertamina juga berkomitmen untuk memberikan kompensasi perbaikan rumah terdampak, dan perawatan bagi korbannya. Bahkan, atas insiden yang terjadi itu akan dilakukan evaluasi, sekaligus mengidentifikasi dan perbaikan sistem pengamanan di area kilang tersebut.

Pertamina diminta pula agar memasang sistem komunikasi dengan masyarakat sekitar untuk memudahkan komunikasi. Sehingga masyarakat bisa melakukan persiapan dan langkah yang harus dilakukan apabila terjadi insiden serupa di kemudian hari. (tar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *