Mengenaskan, TKW asal Kuningan 6 Bulan Koma di Taiwan

oleh -45 views

RAKYATCIREBON.ID– Nasib mengenaskan kembali dialami oleh Pekerja Migran  Indonesia (PMI). Aam Aminah, TKW asal Kabupaten Kuningan mengalami stroke dan koma selama hampir enam bulan. Rabu (27/1) lalu ia dipulangkan ke Indonesia, juga masih dalam keadaan koma.

Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani, mengatakan setelah mendengar kabar ada PMI yang koma hingga enam bulan, pihaknya langsung meminta agensi untuk memulangkan Aam agar bisa dilakukan pengobatan.

“PMI ini sebagai asisten rumah tangga yang mengalami sakit cukup parah dengan mengalami stroke dan pendarahan di bagian otak yang telah dirawat di rumah sakit di Taiwan. Dengar seperti itu, kami langsung minta agar dia (Aam) dipulangkan segera untuk dirawat di Indonesia,” ujar Benny, Rabu (27/1).

Benny menjelaskan, TKW atau PMI atas nama Aam Aminah asal Dusun Puhun RT 006/RW002 Mekarmukti, Kec Sindangagung, Kab Kuningan, Jawa Barat ini telah menjalani beberapa kali operasi karena adanya pendarahan pada bagian otak dan mengalami koma sejak September 2020.

Sebelumnya, Aam mengeluhkan sakit kepala dan pusing yang tidak kunjung berhenti, sehingga pihak agensi langsung membawa PMI berobat ke dokter. Karena keadaannya tidak kunjung membaik, pihak Rumah Sakit Hualien Tzu Chi Taiwan kemudian berkoordinasi dengan KDEI Taipei untuk memulangkan PMI Aam ke Indonesia.

Menurut Benny, Aam merupakan PMI resmi yang bekerja di luar negeri melalui proses perusahaan penempatan dari 2012. Namun, setelah masa kerjanya sudah habis Aam memperpanjang masa kerjanya dengan proses mandiri.

“Dia (Aam) itu kontraknya selama 3 tahun, di 2015 saat perpanjangan, dia tidak melalui perusahaan penempatan sebelumnya. Itu yang mengakibatkan Aam tidak lagi terdata di dalam sistem BP2MI,” katanya.

Benny menjelaskan saat ini Aam telah dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta, untuk dilakukan perawatan lebih lanjut sebelum dinyatakan telah sehat dan diperbolehkan pulang ke kampung halamannya di Kuningan, Jawa Barat.

“Dan seluruh biaya pengobatan akan ditanggung oleh kami hingga dinyatakan sehat,” jelasnya. (net)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *