Mengadu ke DPRD, Ketua Komisi III Kecewa

oleh -58 views
AUDIENSI. Sejumlah eks tenaga honorer Perumdam Tirta Darma Ayu (TDA) mengadukan nasibnya ke Komisi III DPRD Indramayu. Komisi III akan memanggil Dewas dan Direksi Perumdam TDA untuk klarifikasi.
AUDIENSI. Sejumlah eks tenaga honorer Perumdam Tirta Darma Ayu (TDA) mengadukan nasibnya ke Komisi III DPRD Indramayu. Komisi III akan memanggil Dewas dan Direksi Perumdam TDA untuk klarifikasi.

RAKYATCIREBON.ID – Sebanyak delapan orang eks tenaga honorer Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Darma Ayu (TDA) datang mengadukan nasibnya ke DPRD Kabupaten Indramayu, Senin (10/1).

Rencananya, dalam waktu dekat bakal memanggil Dewan Pengawas (Dewas) dan Direksi untuk menyelesaikan persoalan aduannya.

Salah satu dari delapan orang itu, Nur Fauzan Wira Putra mengatakan, kedatangannya ke gedung wakil rakyat bersama ketujuh rekan senasib itu untuk menyampaikan aspirasinya atas kebijakan yang diputuskan oleh Direksi Perumdam TDA. Dinilainya, pemberhentian yang menjadi hasil dari proses assesmen audit SDM tenaga honorer beberapa waktu lalu dirasa tidak adil.

“Saya dan teman-teman menyampaikan aspirasi terkait dengan ketidak adilan hasil dari surat keputusan pimpinan PDAM yang memberhentikan karyawan tenaga honorer. Maka dari itu kami didukung DPRD, semoga mendapat hasil terbaik,” kata dia usai audiensi dengan Komisi III DPRD Indramayu.

Ia bersama tujuh rekannya yang datang itu, berharap ada pembatalan keputusan assesmen kepada tenaga honorer yang dikategorikan tidak disarankan. Terlebih lagi masa kerjanya sudah terhitung selama 1 tahun. “Semuanya sembilan orang, satu orang tidak hadir karena ada halangan,” sebutnya.

Disinggung pernah memberikan sesuatu kepada siapapun ketika akan bekerja di Perumdam TDA, ia dan tujuh orang lainnya mengaku tidak pernah melakukannya. “Tidak pernah,” tegasnya.

Terhadap permasalahan itu, Ketua Komisi III DPRD Indramayu, Ibnu Risman Syah menyatakan ada keganjilan pada pemberhentian para tenaga honorer Perumda TDA tersebut. Semestinya manajemen perusahaan itu menerapkan proses seleksi di awal.

“Suatu perusahaan, manajemen awal harusnya ada seleksi, ini kan sudah berlalu. Jadi harusnya bukan pemecatan, tapi ada lagi tahapan kedua dalam manajemennya, bagaimana menjembatani, aturannya bagaimana menerapkan sumber daya ditempatkan sesuai bidang dan keahliannya,” papar dia.

Menurut politisi Partai Golkar ini, kebijakan pemecatan itu dinilai tidak logis, apalagi akan ada rekrutmen setelah dikeluarkannya keputusan tersebut. Sehingga ia mempertanyakan keputusan pimpinan Perumdam TDA tersebut.

“Langkah Komisi III nanti akan menanyakan ke Dewas terkait pengambilan keputusannya. Yang jelas, hal-hal teknis kami tidak akan masuk ke ranah itu, tapi asas keadilan itu bagaimana?,” tanya dia.

Saat ini, lanjut Risman, para wakil rakyat sedang berupaya untuk meningkatkan penyerapan tenaga kerja, tapi disisi lain ada pemecatan di lingkungan perusahaan daerah.

Kondisi ini dapat diartikan telah ada sumbangsih dalam penambahan angka pengangguran di Kabupaten Indramayu.

“Saya kecewa. Kalau memang nanti ada seleksi lagi, kenapa sih tidak mempertahankan yang sudah ada. Apalagi mereka sudah bekerja. Kalau untuk memenuhi kebutuhan sumber daya silahkan, kalau jumlahnya banyak kekurangannya silahkan buka lowongan,” ujarnya.

Menurutnya, dalam waktu dekat Komisi III akan memanggil Dewas dan Direksi Perumdam TDA untuk kepentingan klarifikasi atas aspirasi tersebut. Termasuk mempertanyakan alasan efisiensi dengan mengeluarkan kebijakan yang dirasa tidak adil.

Hal ini berkaitan dengan tugas fungsi Komisi III yang juga mitra kerja, sehingga perlu untuk menjembatani persoalannya agar mendapatkan solusi.

“Ini bukan bicara politis, ini adalah aspirasi dari masyarakat Indramayu. Nanti kita diskusikan, kita perlu tahu juga apa yang menjadi fenomena di lingkungan PDAM. Ini supaya Indramayu lebih baik lagi dalam sektor tenaga kerja. Kami akan jembatani sebuah keadilan,” pungkasnya. (tar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.