Menabung Sampah untuk Pergi Umrah

oleh -21 views

RAKYATCIREBON.ID– Permasalahan sampah di wilayah perkotaan Kabupaten Kuningan, belum teratasi sepenuhnya dengan pelayanan yang dilaksanakan Dinas Lingkungan Hidup. Justru semakin kewalahan, karena volumenya semakin bertambah setiap hari. Solusi jitu pun belum ada dan masih jauh panggang dari api.

Dinas Lingkungan Hidup bersama Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kuningan Hj Ika Acep Purnama, tetap malaksanakan ihtiar supaya timbunan sampah berkurang. Salah satu upayanya melaksanakan penyadaran kepada masyarakat perkotaan.

Diantaranya Kelurahan Winduhaji, Kuningan dan Cirendang sebagai titik tolaknya. Ketiga kelurahan tersebut, mewakili daerah timur perkotaan, pusat kota dan bagian utara perkotaan. Bentuk penyadarannya diperkecil dengan mendatangi wilayah rukun warga (RW). Tujuannya langsung bertemu dengan masyarakat secara langsung.

“Kami tetap bekerja silent ke RW – RW di Kelurahan Winduhaji, Kuningan dan Cirendang di masa pandemi covid 19. Bekerja dengan Prokes Kesehatan ketat. Cukup dengan jumlah orang antara sepuluh atau paling banyak dua puluh. Karena wilayahnya diperkecil sehingga bisa menyentuh langsung ibu rumah tangga,” papar Hj. Ika Acep Purnama.

Menurut Ika, kenapa ke setiap RW? Kalau hanya sosialisasi di tingkat kelurahan kurang mengena, dirinya menginginkan adanya perubahan perilaku terhadap pengelolaan sampah sampai ke tingkat dasar RT dan RW. Sehingga mereka langsung melaksanakan pemilahan sampah organik dan anorganik.

Masih kata Hj Ika, saat mereka melaksanakan pemilahan maka akan disadari bahwa sampah ada nilai ekonomisnya. Sampah anorganik dapat dijual kembali. Baik langsung ke pengepul maupun ke Bank Sampah. Dengan demikian, residu dari sampah rumah tangga tinggal yang organiknya saja. Secara otomatis volume timbunannya berkurang.

“Harapannya, masyarakat tidak membuang sampah sembarangan baik ke sungai maupun ke trotoar hanya untuk diangkut ke TPA. Harapan lainnya, masyarakat perkotaan memahami dan menyadari adanya fungsi Bank Sampah sebagai sarana menabung sampah yang peruntukannya bisa apa saja. Seperti bayar PBB, BPJS bahkan umrah sekalipun,” tuturnya.

Arif Komara, Direktur Marketing Bank Kuningan sebelumnya BPR mengiyakan perkataan Hj Ika Acep Purnama. Bahwa pihaknya telah bekerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup Kab. Kuningan mengenai Bank Sampah. Bank Kuningan selaku Perumda mendorong dan memfasilitasi masyarkat dengan Tabungan Bank Sampah.

“Diharapkan dari sosialisasi yang sudah dilaksanakan di lima RW Kelurhan WInduhaji dan Kuningan masyarakat membentuk Bank Sampah di RW masing-masing. Kami nantinya akan mengeluarkan buku tabungan sampah dari Bank Sampah. Salah satu program unggulan dari tabungan sampah ini yaitu Tabungan Sampah untuk Umrah,” terangnya.

Tabaungan sampah ini, kata Arif, bisa untuk bayar PBB, BPJS, emas sesuai nilai yang ditabungkan. Misalnya Tabungan Unggulan Sampah untuk Umrah. Teknisnya, minimal si penabung sampah nilainya setengah dari biaya umrah bisa berangkat.

“Pertanyaannya, bagaimana sisanya? Kita akan membantu pembiayaan keberangkatannya dengan catatan. Si penabung harus melaksanakan kewajiban menabung sampah senilai yang sudah disepekati setelah pulang dari umrah,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kuningan Wawan Setiawan S.Hut MT menambahkan, program pengurangan sampah pihaknya juga sudah bekerja sama dengan Bank Kuningan untuk Tabungan Bank Sampah.

“Untuk saat ini, bank sampah merupakan solusi efektif untuk pengurangan timbunan sampah yang sudah overload, bersama Ibu Bupati Hj. Ika Acep Purnama, kita sudah melaksanakan sosialisasi pengelolaan sampah di delapan desa penerima TPS2 R. Mereka juga didorong untuk membangun bank sampah. Sehingga daya ekonomis dari sampah itu dapat tergali secara maksimal. Di wi;ayah perkotaan pun, kita dorong supaya kesadaran menabung sampahnya timbul,” pungkasnya.(ale)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.