Membaca Ramadan Islamic Art 4 Pamerkan Lukisan Kaligrafi Berkelas

oleh -14 views
MENDUNIA. Salah satu sudut lokasi even Solo Painting Exhibition di Rumah Rupa ART Space Studio Griya 26 Indramayu. FOTO: TARDIARTO AZZA/RAKYAT CIREBON

RAKYATCIREBON.ID- Solo Painting Exhibition digelar Rumah Rupa ART Space Studio Griya 26 Indramayu yang bertempat di Gang 26 Kelurahan Karangmalang, Kecamatan Indramayu. Puluhan lukisan kaligrafi berkelas dipamerkan dengan bertajuk Islamic Art 4 dan mengusung tema Membaca Ramadan.

Kurator yang juga produser pamerannya, Syayidin mengatakan, even yang digelarnya akan berlangsung selama Ramadhan 1442 Hijriyah. Meski demikian, dalam pelaksanaannya lebih memanfaatkan media sosial untuk menghindari terjadinya kerumunan pengunjung. “Berhubung masih pandemi kita gunakan pola virtual dengan memanfaatkan medsos. Kalau yang penasaran bisa datang langsung, banyaknya kolektor,” jelasnya, Senin (19/4).

Menurutnya, puluhan lukisan kaligrafi yang dipamerkan itu merupakan karya perupa Abdul Aziz. Setiap karyanya memiliki konsep dan makna yang sangat berarti. Untuk setiap lukisan tersebut tidak dipatok harga, namun lebih menitikberatkan pada kualitas karya yang bisa diterima oleh publik. “Sebuah karya yang akan membawa kepuasan tersendiri adalah ketika karyanya bisa masuk ke rumah kolektor,” ungkapnya.

Pelukis yang karyanya dipamerkan, Abdul Aziz menyampaikan, even yang memajang puluhan karyanya itu dalam rangka memeriahkan bulan suci Ramadhan 1442 Hijriyah. Dari puluhan lukisan kaligrafi tersebut ada 26 yang menjadi karya inti pamerannya. “Niatnya pertama untuk memeriahkan, kemudian syiar, dan bismillah sebagai ibadah,” ucap pria kelahiran Jatibarang lulusan Fakultas Ushuludin Tafsir Hadis UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ini.

Untuk waktu pembuatan setiap lukisan, ia mengaku bervariasi. Mulai dari 3 hari selesai, juga ada yang membutuhkan waktu hingga satu minggu bahkan sebulan. “Tergantung tema lukisan dan tingkat kerumitannya, apalagi lukisan yang kaligrafinya banyak seperti asmaul husna. Perlu ketelitian juga jangan sampai salah tulis,” papar Aziz saat disinggung soal harga yang dipatok untuk setiap karyanya.

Disampaikan pelukis yang dominan otodidak dengan intens mengembangkan bakatnya ini, melalui pameran ini juga sebagai ajang untuk memotivasi diri agar karya-karya kedepan lebih baik. “Pernah punya guru sekali, tapi banyaknya otodidak. Mungkin karena sering ikut kompetisi jadi terpacu,” sebutnya.

Salah satu kolektor asal Cirebon, Dimas Yudhistira yang datang ke lokasi pameran menuturkan, ketertarikannya pada lukisan kaligrafi bukan tanpa alasan. Bahkan ia merasa ada ketenangan saat melihat karya-karya lukisan tersebut. (tar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *