Loyalis Sebut Eeng Korban Permainan Politik

oleh -2 views
Azis Diminta Lebih Serius dan Tidak Basa Basi Cari Wawali

KEJAKSAN– Gerilya politik yang dilakukan Ketua DPD Partai Nasdem Kota Cirebon, Dra Hj Eti Herawati (Eeng Charli) juga diimbangi dengan orang-orang di sekitarnya.

eti herawati nasdem cirebon
Eti Herawati. doc. Rakyat Cirebon

Merasa lobi-lobi yang dilakukan selalu mentah, loyalis Eeng meminta Walikota Cirebon, Drs Nasrudin Azis SH menggunakan regulasi lain untuk memilih wakil walikota (wawali).

Bila selama ini proses pengisian wawali mengacu pada UU Nomor 8/2015 tentang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), lantaran dalam perjalanannya selalu buntu, loyalis Eeng meminta Azis untuk menggunakan UU Nomor 1/2015 yang merupakan UU sebelum perubahan.

Hal itu disampaikan loyalis Eeng, Siswanto, ditemui di halaman balaikota, kemarin. Menurutnya, dalam UU Nomor 1/2015 sebelum diubah menjadi UU Nomor 8/2015, walikota diberikan kewenangan untuk memilih wakilnya apabila terjadi kekosongan jabatan.

“Daripada terus menerus buntu. Lebih baik menggunakan UU Nomor 1/2015, di mana walikota diberikan kewenangan untuk memilih wakilnya apabil terjadi kekosongan. Toh UU Nomor 8/2015 juga belum ada Peraturan Pemerintah (PP) yang lebih detail mengaturnya,” ungkap Siswanto.

Ia meminta kepada walikota agar melakukan kajian dari aspek hukum terkait proses pengisian wawali.  Setidaknya, walikota bisa meminta saran atau pendapatan dari staf ahli walikota untuk memecah kebuntuan proses pengisian wawali.

“Ada tidak korelasi hukum ketika Bu Eeng langsung ditunjuk menjadi wawali oleh Pak Azis menggunakan UU Nomor 1/2015? Saya kira itu bisa dikomunikasikan dengan staf ahli. Kalau bisa dilakukan, kenapa tidak? Karena kalau menunggu PP dari UU Nomor 8/2015, mau kapan?” tuturnya.

Siswanto juga membela Eeng, terkait opini yang selama ini santer menyebutkan bahwa politisi wanita yang juga wakil ketua DPRD Kota Cirebon itu kebelet jadi wawali.  Menurut Siswanto, apa yang dilakukan Eeng adalah upaya menjaga sekaligus menjalankan amanat dari Partai Demokrat yang sudah mengusulkannya jadi calon wawali.

“Dan seharusnya yang melakukan konsolidasi bukan Bu Eeng, tapi Pak Azis. Karena Bu Eeng sih tidak kebelet. Hanya saja, karena dia sudah direkomendasikan oleh Partai Demokrat, mau tidak mau Bu Eeng harus bertanggungjawab untuk memenangkan pemilihan wawali,” kata dia.

Ia juga menyayangkan ketidakseriusan Azis untuk segera mengisi wawali. Ironisnya, di berbagai kesempatan Azis selalu mengklaim membutuhkan wawali. Tapi apa yang dilakukan Azis justru tak sejalan dengan apa yang disampaikannya.

“Walikota selalu bilang ingin ada wawali, tapi walikota sendiri seakan-akan ingin hanya sendirian. Makanya, kita minta Pak Azis untuk serius, tidak hanya basa-basi. Kasihan masyarakat menunggu adanya wawali,” katanya.

Ia juga mengakui, Eeng berencana mundur dari proses rumit pengisian wawali itu. Karena, kata Siswanto, berdasarkan pengakuan Eeng, pihaknya menjadi korban permainan politik.

“Akhir Desember akan lempar handuk? Itu benar. Karena waktunya tidak akan cukup untuk pemilihan kalau terus-terusan tidak jelas. Bu Eeng merasa menjadi korban permainan,” ujarnya.

Bahkan, diakui pula Siswanto, sejumlah loyalis justru meminta Eeng dalam waktu dekat menyatakan sikap dengan mengundurkan diri dari proses pengisian wawali.  Mereka menilai, bila terus menerus status Eeng digantung, menjadi kerugian tersendiri. Terlebih Eeng hampir dipastikan akan maju di Pilwalkot 2018 mendatang.

“Bu Eeng lebih baik mundur dari sekarang, tidak usah nunggu Desember. Kerugian buat Bu Eeng, karena malah dilihat nekat. Akan lebih terhormat bila dia mundur. Toh orang lain yang akan diusung juga punya resistensi di aspek hukum sangat tinggi,” katanya.

Sementara itu, proses lobi-lobi terus dilakukan tim pemenangan Eeng, terutama Fraksi Nasdem DPRD Kota Cirebon.  Kemarin, salah satu anggota Fraksi Nasdem, dr H Doddy Ariyanto MM diketahui menggelar pertemuan di salahsatu rumah makan dengan anggota Fraksi Gabungan PKB dan PKPI, H Budi Gunawan.

Dikonfirmasi melalui sambungan ponselnya, Doddy membantah keras dirinya melakukan lobi-lobi ke BG. Diakui legislator asal dapil II Kesambi-Pekalipan itu, ia akan berjuang maksimal bila Eeng sudah ditetapkan menjadi calon wawali.

Sebelumnya, kubu Eeng diketahui mencoba melakukan lobi-lobi ke Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Padahal, seperti diketahui, PKS dan Partai Nasdem berada di barisan koalisi yang bersebrangan.

Anggota Fraksi PKS DPRD Kota Cirebon, Cicih Sukaesih mengaku tak begitu mengetahui terkait akselerasi Eeng yang kabarnya ingin melobi Fraksi PKS. “Saya sendiri belum tahu ya kalau ke fraksi bagaimana,” kata Cicih.

Hanya saja, Cicih mengaku, dirinya pernah diminta oleh salahsatu anggota Fraksi Nasdem untuk memilih Eeng pada pemilihan wawali nantinya. Meski demikian, Cicih tidak berani memberikan jawaban. Legislator asal dapil III Kejaksan-Lemahwungkuk itu menyatakan akan fatsun kepada keputusan partainya. (jri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.