Lihat Jejak Prabu Siliwangi, Majalengka Layak Jadi Ibu Kota Jawa Barat

oleh -16 views

RAKYATCIREBON.ID-Sejarah Kabupaten Majalengka, ternyata tidak terlepas dari sejarah Sanghyang Sri Baduga Maharaja Prabu Siliwangi.

Bahkan, Kabupaten Majalengka merupakan salah satu daerah yang kerap dikunjungi dan menjadi wilayah strategis bagi Prabu Siliwangi.

Hal itu dapat dilihat dari sejumlah bukti peninggalan Prabu Siliwangi yang tersebar di Kabupaten Majalengka.

Salah satunya, patilasan hutan Prabu Siliwangi di Desa Pajajar Kecamatan Rajagaluh, serta catatan sejarah dalam kitab kuno yang ditemukan di wilayah Kertajati.

Terkait hal itu, Ketua Masyarakat Pariwisata Indonesia (MPI) Kabupaten Majalengka, Ir H Dadan Taufik SH MH mengatakan, saat ini pihaknya berencana meluncurkan sebuah buku yang berjudul “Jejak Langkah Sri Baduga di Tatar Majalengka”.

Menurutnya, dalam proses pembuatan buku tersebut telah bekerjasama dengan sejumlah pihak. Termasuk peneliti sejarah Prof Hj Nina Lubis MM dan Pemerintah Kabupaten Majalengka.

“Saya membuat buku ini dengan harapan masyarakat bisa mengetahui secara jelas tentang sepak terjang dan kiprah Prabu Siliwangi di Majalengka, yang ternyata cukup banyak,” jelasnya.

Dia menilai, dengan data dan fakta itu maka tidaklah berlebihan jika Kabupaten Majalengka layak menjadi Ibu Kota Jawa Barat, jika melihat sejarah Prabu Siliwangi, yang merupakan Cikal Bakal pendiri Jawa Barat.

Sementara itu, dalam catatanya Prof Hj Nina Lubis MM, menjelaskan, dirinya bersama tim telah melakukan penelitian arkeologi dan sejarah di Majalengka terkait jejak jejak Prabu Siliwangi.

Dimana banyak ditemukan jejak atau petilasan Sri Baduga di wilayah Majalengka. Hasil penelitian tersebut diharapkan bisa memberikan pengetahuan serta bermanfaat bagi masyarakat Majalengka khususnya dan masyarakat Jawa Barat.

Sementara itu, Dr Hj Lilis Yulianingsih MPd, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Majalengka menambahkan, kekayaan budaya merupakan warisan yang tidak ternilai.

Dimana setiap daerah akan berusaha menjaga dan melestarikan, termasuk di Kabupaten Majalengka.

“Dengan buku ini diharapkan akan memperkaya khasanah budaya dan minat perjalanan wisata budaya ke Majalengka. Serta menambah pengetahuan sejarah kebudayaan lainya,”pungkasnya. (pai)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *