Layanan Call Center 112 Dievaluasi, Masih Banyak Panggilan Bohong

oleh -2 views
LAYANAN 112. Para petugas call taker menerima panggilan dari masyarakat melalui call center 112 di Command Center. FOTO: ASEP SAEPUL MIELAH/RAKYAT CIREBON

RAKYATCIREBON.ID – Dinas Komunikasi Informasi dan Statistika (DKIS) Kota Cirebon melakukan evaluasi terhadap layanan 112 yang sudah berjalan beberapa tahun terakhir, Rabu (7/4) kemarin. Hasilnya, ternyata banyak ghost call dan prank call.

Layanan 112 sendiri merupakan fasilitas berupa panggilan bebas pulsa yang bisa dipergunakan oleh masyarakat untuk melaporkan kejadian di lapangan yang membutuhkan penanganan pemerintah.

Kepala DKIS Kota Cirebon, Ma’ruf Nuryasa mengungkapkan, fasilitas layanan bebas pulsa tersebut masih belum dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat. Hal ini terlihat dari data yang menunjukkan bahwa masih banyak panggilan yang disebut ghost call dan prank call.

“Dari sini, kami punya catatan, masih ada masyarakat yang menggunakan layanan ini dengan tidak serius. Masih banyak ghost call dan prank call yang masuk,” ungkap Ma’ruf kepada Rakyat Cirebon, kemarin.

Masih menurut Ma’ruf, ghost call adalah istilah bagi panggilan yang masuk ke 112, namun setelah diangkat oleh call taker, panggilan tersebut tidak memberikan jawaban.

Sedangkan untuk prank call, adalah istilah bagi panggilan yang masuk ke 112, kemudian memberikan jawaban, namun yang dilaporkan tidak sesuai dengan kondisi aslinya alias berita bohong. “Itulah ghost call dan prank call,” jelas Ma’ruf.

Dari data yang dimiliki DKIS, terhitung mulai Januari tahun 2020 sampai Maret tahun 2021, panggilan yang masuk dan benar-benar laporan yang ditindaklanjuti oleh 112 lebih sedikit dibanding dengan jumlah ghost call dan prank call.

Pada data tersebut dituliskan, total interaksi yang serius memberikan laporan hanya 854 panggilan masuk. Didominasi oleh yang paling banyak laporan terkait kesehatan, mulai dari meminta ambulance dan kecelakaan.

Setelah itu, disusul oleh laporan mengenai kebencanaan yang diteruskan oleh 112 kepada Kantor Penanggulangan Bencana Daerah (KPBD), kemudian kejadian kebakaran dan beberapa insiden lain.

Jika total interaksi yang dilayani dan dilanjutkan hanya sampai di angka 854 panggilan, total ghost call mulai Januari 2020 sampai Maret 2021 mencapai angka 25.691 panggilan. Dan total prank call mencapai angka 4.476 panggilan.

Oleh karena itu, Ma’ruf mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan layanan call center 112 dengan lebih bijak. Sehingga angka ghost call dan prank call bisa ditekan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk menggunakan layanan 112 dengan bijak. Tapi saat ini trennya semakin turun setelah kita berikan edukasi,” kata Ma’ruf.

Saat ini, untuk layanan 112, DKIS Kota Cirebon menyiagakan 12 petugas call taker yang dibagi ke dalam tiga shift waktu kerja. Mereka standby selama 24 jam untuk menerima panggilan-panggilan masuk darurat dari masyarakat. (sep)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *