Laku Keras di Kota Cirebon, Jamur Tiram Dibudidaya Pensiunan Guru

oleh -51 views

RAKYATCIREBON.ID – Tak ada kata menyerah dibenak Hj Titin. Pensiunan ASN guru di Kota Cirebon ini terus mencari sumber pendapatan dari hobinya merawat tanaman. Berawal dari iseng beli baglog jamur tiram, Hj Titin berhasil mendulang rupiah.

Mulanya, Hj Titin melihat postingan di media sosial mengenai budidaya skala rumahan. Perhatiannya tertuju pada jamur tiram. Jenis jamur yang bentuknya seperti biota laut kerang tiram.

Setelah berselancar di media sosial, Hj Titin akhirnya menemukan supliyer baglog jamur tiram asal Kuningan. Lalu membeli beberapa baglog untuk ditumbuhkan digarasi rumahnya. Hasilnya baikm jamur tumbuh dengan baik.

“Awalnya karena ada corona. Buka medsos cari peluang dari grup-grup di Facebook lalu lihat postingan jamur tiram,” ujar Hj Titin saat ditemui di kumbung jamur tiram miliknya di RW 07 Kayuwalang, Karyamulya, Kota Cirebon, Senin (10/11).

Setelah diamati, Hj Titin tertarik membeli lebih banyak baglog. Sampai garasi rumahnya tak cukup lagi dijadikan tempat pertumbuhan jamur. “Terus diamanti terus bikin di garasi bikin rak 1. Kemudian diisi 100 baglog sampai garasi penuh akhirnya nggak muat karena banyak. Terus saya tawarin jamurnya ke temen ke tetangga, pada suka,” tambah Hj Titin.

Melihat peluang bisnis jamur tiram di Kota Cirebon yang cukup besar, Hj Titin memberanikan diri bikin kumbung berukuran 10×6 meter. Kumbung ini dapat menampung 10 ribu baglog yang mampu memproduksi hingga 30 kg jamur tiram setiap hari selama 3 sampai 4 bulan.

Soal pasar, Hj Titin tak cemas. Pasalnya kebutuhan jamur tiram di Kota Cirebon cukup besar. Setiap hari berapapun produksi jamur tiram dari kumbungnya selalu habis terjual. “Pembelinya ada tetangga, warung makan, ada yang buat dijual lagi dipasar,” kata dia.

Harga per kg jamur tiram di kumbung pun kompetitif. Mulai dari Rp12 ribu sampai Rp16 ribu tergantung stok yang tersedia. “Harga Rp12 ribu sampai Rp16 ribu tergantung pembeli,” kata Hj Titin.

Peluang bisnis jamur tiram sebetulnya dapat diperlebar dengan produksi baglog sendiri. Selain untuk dijadikan jamur di kumbung, baglog juga bisa dijual ke pembudidaya rumahan lain.

Begitupun jamurnya. Bisa diolah jadi camilan keripik jamur agar nilai ekonominya meningkat. Sebagai gambaran, Hj Titin menjual 1 kg keripik jamur bisa dengan harga Rp100 ribu.

Tak cuma itu, baglog afkir juga dapat diolah jadi kompos atau media budidaya cacing. Jika ditekuni, juga bisa jadi cuan yang lumayan.

Soal cuaca Kota Cirebon yang cenderung panas dapat disiasati dengan membuat disain kumbung yang pas. Sehingga kelembaban dan suhu kumbung masih bisa ditoleransi bagi pertumbuhan jamur tiram. (wan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.