Kuningan Terapkan PPKM Mikro Dua Minggu

oleh -26 views

RAKYATCIREBON.ID – Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berbasis mikro akan diterapkan selama dua pekan, mulai Selasa 9-22 Februari 2021. Aturan ini mengacu pada Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 3 Tahun 2021 tentang penanganan virus corona (Covid-19).

Kebijakan PPKM Mikro dikeluarkan karena PPKM sebelumnya dianggap kurang efektif menekan penyebaran virus, sehingga diperlukan pengendalian infeksi virus corona dalam skala lebih kecil. Pemerintah sebelumnya telah menjalankan kebijakan PPKM Jawa-Bali selama dua periode, terhitung sejak 12 Januari hingga 8 Februari 2021.

Menindaklanjuti Instruksi Mendagri No. 3/2021 Tentang PPKM Berbasis Mikro dan Pembentukan Posko Penanganan Covid-19 di Tingkat Desa dan Kelurahan, Pemkab Bandung menerapkan PPKM mikro 11 hingga 22 Februari 2021, berdasarkan SE nomor 443/314/huk tentang perpanjangan PPKM dan pemberlakuakn PPKM Mikro, serta pembangunan posko penanganan corona ditingkat Desa/Kelurahan.

Bupati H Acep Purnama yang juga Ketua Satgas Covid-19 Kabupaten Kuningan mengungkapkan, pada PPKM skala mikro ini pihaknya akan memperkuat basis pertahanan covid hingga tingkat RT/RW.

“Berdasarkan Inmendagri 5 Februari kemarin, PPKM ketiga ini memiliki kekhasan karena penekanannya adalah skala mikro. Ini juga sesuai dengan upaya yang telah kami lakukan, yakni menguatkan kembali satgas covid mulai dari tingkat kecamatan, desa atau kelurahan, hingga tingkat RT dan RW,” ungkapnya dalam SE.

Dalam SE tersebut, diintruksikan kepada Camat dan Kepala Desa untuk membentuk posko penanganan Covid-19 tingkat desa/kelurahan. posko tersebut bertugas untuk melakukan pengendalian Covid, mulai sosialisasi penegakan prokes, hingga pelaporan perkembangan penanganan Covid-19 secara berjenjang ke level atas.

Posko ini melibatkan seluruh lapisan masyarakat, seperti kepala daaesa, babinsa, bhabinkamtibmas, satpol PP, PKK, ketua RT, karang taruna, tokoh masyarakat dan relawan. “Dengan keterlibatan mereka semua, Insya Allah penyebaran covid-19 bisa ditekan. Karena bagaimanapun, masyarakatlah yang jauh lebih paham kondisi lingkungannya,” ucap Bupati.(ale)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *