Kuatkan Karakter Anak, Bupati Dukung Gerakan Pejuang Subuh

oleh -1 views

RAKYATCIREBON.ID – Berawal dari keprihatinan minimnya jemaah masjid dikalangan anak dan remaja melaksanakan Salat Subuh berjemaah. Menggerakan sebagian Dewan Keamanan Masjid (DKM) bekerjasama dengan pihak yang peduli Salat Subuh Bersama yang ada di Kuningan untuk membuat gerakan bernama Pejuang Subuh Bersama.

Sebelum fajar menjelang, sekumpulan anak dan remaja turut memakmurkan masjid. Berjalannya pagi yang silih berganti merekapun dengan kesadarannya tergugah berlatih membiasakan bangun pagi menjemput panggilan suara yang menyejukan jiwa. Itulah suara adzan subuh.

Siapapun bisa menjadi pejuang subuh. Semua akan terasa berat apalagi mesti bangun pagi-pagi disaat nikmatnya tidur. Namun dengan niat dan semangat berlatih menjemput suara adzan untuk shalat berjamaah subuh. Yakinlah sesuatu yang berat ini akan ringan. Dan Allah Azza wa Jalla menggantikannya dengan kenikmatan sehat jasmani dan ruhani, dan keberkahan lainnya.

Rutinitas ibadah sebenarnya mampu melunakan hati yang keras, dan membuka lebar pintu-pintu di dalamnya untuk beranjak pada amal kebajikan. Dan sesungguhnya tidak ada ibadah yang yang paling rutin dikerjakan sebagai Umat Islam dalam tiap harinya selain Salat.

Salat adalah pintu utama untuk melangkah menuju kebaikan dan kelembutan hati, menerima perintah Sang Khalik. Salah satu cara untuk menjaga kualitas Salat Lima Waktu dengan mengawalinya Salat Subuh. Tidak ada waktu yang telambat untuh membenahi ibadah, dan menanamkan kepada anak indahnya salat berjemaah.

Seperti halnya dilakukan anak dan remaja Desa Cibentang, Kec. Kramatmulya di Masjid At-Taqwa semula 4 hingga 8 anak, namun akhirnya bisa mencapai 150 anak melaksanakan Salat Subuh berjemaah. DKM Masjid, Pemerintah Desa, dan pihak lainnya yang terlibat terselenggranya kegiatan ini mengadakan wujud syukur dengan acara 40 Hari Pejuang Subuh Bersama (HPSB). Rabu (14/4/2021) malam usai Salat Tarawih. Sebagai bentuk apresiasi Bupati Kuningan H. Acep Purnama hadir langsung di dampingi Camat Kramatmulya Guruh I Zulkarnaen, S.STP, M.Si.

Bupati Kuningan menyampaikan rasa bangga dan terharu dengan gerakan pejuang subuh yang dilakukan anak dan remaja Desa Cibentang. Hal ini akan menjadi pondasi bagi mereka sebagai generasi penerus yang memiliki kecerdasan intelektual, dan kecerdasan spiritual. Dengan melaksanakan sholat Subuh berjemaah, banyak keberkahan yang akan diraih karena suatu aktivitas dilakuan lebih awal.

“Semoga ini menjadi teladan buat kita semua senantiasa memakmurkan Masjid. Terimaksih atas terselenggranya kegiatan pejuang subuh. Bagi mereka semua yang terlibat langsung dan tidak senantiasa mendapatkan keberkahan dari Allah. Harapan Pejuang Subuh terus berlanjut hingga kapanpun. Dan menjadi contoh untuk DKM yang lainnya,” ungkapnya.


Menurut Ketua Penyelenggara Ibad Badrusalam, selain untuk membiasakan shalat subuh berjamaah, dalam gerakan ini juga dilakukan beberapa kegiatan lainnya seperti hafalan harian, kajian hadist, kultum, sedekah subuh, out bound, Bazar, dan masih banyak lagi.

“Kegiatan dimulai terhitung sejak 1 Maret hingga 9 April 2021 kemarin, gerakan 40 Hari Pejuang Subuh Bersama (HPSB) ini, bertujuan membiasakan anak-anak selama 40 hari dalam hal shalat subuh berjamaah di masjid ataupun mushola. Gerakan 40 HPSB kali ini dirinya berkolaborasi dengan berbagai komunitas seperti YAI Kuningan, PPALC Kuningan, Inspiring Generation dan KAMMI Kuningan,” sebutnya.

Menurut informasi yang ia dapat, Selain di desa Cibentang gerakan 40 HPSB ini, dilakukan di beberapa titik di Kuningan. Diantara Dusun 4 Candawadak Desa Citenjo, Dusun 1 & 2 Desa Citenjo, Dusun Wage Desa Mekarmukti, Dusun Puhun Desa Muncangela, Perumahan Alam Asri Kasturi. Kemudian, Dusun Kaliwon Desa Pamulihan, Desa Cihirup, Kamukten Kel. Cigadung, Desa Pagundan, Desa Rajadanu, Desa Sindangsari, dan Rumah Qur’an PPA Desa Sangkanurip. Adapun peserta yang mengikuti kegiatan ini terdiri dari anak-anak usia SD, SMP sampai SMA.

Sementara itu Kepala Desa Cibentang Yulianingsih, mengungkapkan hal yang sama merasa terharu dan bangga dengan banyaknya anak-anak yang antusias mengikuti gerakan 40 (HPSB). Semoga ini akan menjadi bagian keberkahan buat desa kami dan kita semua. Jika dikaitkan dengan situasi Pandemi covid-19. Bahwa anak-anak haus akan belajar baik pengetahuan maupun belajar agama. Sekaligus menerapkan disiplin waktu bagaimana melakukan sesuatu mulai dari pagi hari.(ale)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *