Komisi I Soroti Persiapan Pelaksanaan Seleksi Tes Akademik

oleh -9 views
KOMISI I DPRD Kab Cirebon undang DPMD menjelang pelaksanaan seleksi akademik
KOMISI I DPRD Kab Cirebon undang DPMD menjelang pelaksanaan seleksi akademik

RAKYATCIREBON.ID – Seleksi akademik tahapan Pilwu, menjadi sorotan komisi I DPRD Kabupaten Cirebon. Pasalnya rentan terjadi kebocoran. Hal itu menjadi kekhawatiran para peserta seleksi.

Wakil Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Cirebon, Diah Irwany Indriyati SAp mengaku selain kebocoran data soal, pihaknya juga menyoroti soal yang akan diujikan. Minus keagamaan.

“Jadi selain kekhawatiran kebocoran data soal, kami juga menyoroti berkaitan kriteria yang akan dijadikan soal. Kan poinnya hanya wawasan kebangsaan, wawasan kedesaan dan kepemimpinan. Tapi tidak ada soal keagamaan,” kata Diah, kemarin.

Komisi I pun mempertanyakan, kenapa tidak dimunculkan. Selain itu juga tidak ada penilaian karakter teoritis lainnya. Semisalnya tes psikologi. Padahal, untuk melihat karakter seseorang dapat dilihat berdasarkan pertanyaan psikologi. “Pemimpin itu, yang dilihat pertama bukan soal wawasan keilmuannya. Tapi soal etika. Soal akhlaknya,” imbuhnya.

Pihaknya mengkhawatirkan, orang baik, tidak bisa ikut berkontestasi, lantaran terkendala di seleksi akademik. “Kan sayang. Kalau ada orang baik, karena tidak lolos diseleksi akademik, jadi tidak masuk dalam perhelatan pilwu,” kata Diah. Jadi kata Diah, Komisi I, mendorong agar soal yang dimunculkan nanti, benar-benar dikaji ulang. Tidak hanya mengutamakan soal wawasan saja.

Sementara itu, Kabid Administrasi dan Pemerintahan Desa, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Cirebon, Aditya Arif Maulana S STP membenarkan hanya tiga point yang harus dikuasai ketika ingin lolos dalam seleksi akademik. ” Wawasan kebangsaan, kedesaan dan kepemimpinan,” akunya.

Waktu pelaksanaannya sudah ditentukan. Yakni Minggu (17/10). Sudah tinggal menunggu hari. Tidak memungkinkan untuk merubah formulasi soal yang akan diujikan. Sistem seleksinya nanti, memakai sistem CAT. Berbasis komputer. Yang dikhawatirkan kata Adit–sapaan akrabnya, justru peserta yang gaptek.

“Sistim CAT ini menjadi point objektifitas. Jadi yang gaptek nanti akan diberikan pendampingan. Minimalnya sebelum pelaksanaan. Pada saat tekhnikal meeting,” katanya.

Aspirasi dari komisi I pun akan disampaikan ke UMC. Meski ia meyakini pengujian itu, sudah dianggap cukup mewakili. Karena seorang kuwu secara tekhnis harus memahami wawasan kebangsaan, kedesaan dan leadership.

Sebagai informasi, seleksi akademik dilaksanakan bagi desa yang memiliki kandidat lebih dari 5. Untuk menetapkan ke 5 kandidat itu, harus ditentukan berdasarkan hasil seleksi akademik. Dipastikan yang lolos, mereka yang memiliki nilai terbesar. Adapun jumlah pendaftar terbanyak, ada di Desa Gempol. Sebanyak 14 calon. Kemudian, Desa Panguragan Wetan dengan 10 calon. (zen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.