Kesadaran Masyarakat Urus Akta Kematian Masih Rendah

oleh -10 views

RAKYATCIREBON.ID – Guna terpenuhinya data pemilih yang mutakhir dan berkualitas, KPU Kuningan menggelar Rapat Koordinasi dengan menghadirkan Kepala Seksi Pemerintahan dari 32 Kecamatan se-Kab. Kuningan, di Aula Kantor Kecamatan Kadugede, Selasa (21/9).

Dalam rakor tersebut sebagai narasumber Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Drs Yudi Nugraha M.Pd, Kabid Pemdeskel DPMD H Akhmad Faruq S.Sos M.Si. Sementara dari KPU Kuningan bertindak sebagai narasumber Ketua Divisi Data dan Informasi Asep Budi Hartono. Hadir dalam kesempatan tersebut anggota Bawaslu Kuningan Abdul Djalil Hermawan dan Camat Kadugede Atik Suhartiati, SE M.Si.

Ketua KPU Kuningan Asep Z Fauzi menyenjelaskan, Rakor PDPB merupakan bentuk ikhtiar dan sinergitas bersama untuk melahirkan daftar pemilih berkualitas. Diharapkan nantinya perangkat pemerintahann di level desa/kelurahan dapat bekerjasama mengupdate data penduduk yang menurut undang-undang masuk katogori pemilih.

“Utamanya melakukan pelaporan terhadap warganya yang meninggal dunia, sebagai dasar penghapusan dari daftar pemilih,” katanya.

Sementara itu, Bupati Kuningan H Acep Purnama mengatakan, pentingya pencatatan data penduduk yang tertib dan diadministrasikan dengan baik. Pasalanya menurut dia, data kependudukan sering digunakan dalam berbagai keperluan di bidang pelayanan publik, perencanaan pembangunan, dan lain-lain. Demi mendukung terpenuhinya kualitas data penduduk yang nantinya bermuara pada data pemilih.

“Untuk tertib administrasi, saya akan mengeluarkan surat edaran agar perangkat pemerintahan di tingkat desa/kelurahan dapat bekerja secara optimal,” jelasnya.

Ditempat yang sama, Kadisdukcapil Yudi Nugraha menekankan pentingnya merubah paradigma, pola pikir dan pendekatan dalam penyelesaian masalah pelayanan administrasi kependudukan. Dia menjelaskan sejauh ini pencatatan penduduk pindah-datang sudah berjalan cukup baik. Namun untuk pencatatan data kematian relatif belum optimal akibat kurangnya kesadaran masyarakat dalam membuat Akta Kematian.

“Jika dilihat dari data yang ada jumlah kematian tahun 2021 mencapai 11.412. Namun penerbitan akta kematian hanya mencapai 862. Itu artinya, kesadaran untuk mengupayakan penerbitan akta kematian masih rendah, pelaporan pencatatan kematian sebetulnya menjadi kewajiban RT. Hal itu dilakukan secara berjenjang melalui RW, Desa/Kelurahan dan Kecamatan sesuai ketentuan UU Nomor 24 Tahun 2013,” terangnya.

Dalam kesempatan tersebut Bupati Kuningan menyerahkan Piagam Penghargaan dari Disdukcapil bagi kecamatan yang paling aktif melaporkan data kematian by name by adress secara rutin dan berkala untuk edisi Tahun 2021. Kecamatan yang mendapat penghargaan yaitu Peringkat 1 Kecamatan Sindangagung, Peringkat 2 Kecamatan Garawangi, Peringkat 3 Kecamatan Cidahu, Harapan 1 Kecamatan Cigugur dan Harapan 2 Kecamatan Kramatmulya. Selain itu, ada juga piagam pengharagaan yang diberikan oleh Ketua KPU Kuningan kepada Disdukcapil sebagai mitra strategis dalam kegiatan pemutakhiran daftar pemilih berkelanjutan.(ale)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.