Kertajati Penyumbang Tertinggi Kasus Covid-19 di Majalengka

oleh -17 views

RAKYATCIREBON.ID– Kecamatan Kertajati menjadi wilayah penyumbang kasus aktif positif Covid-19 tertinggi di Majalengka. Menurut data dari Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Majalengka per Selasa (6/4), ada 28 pasien aktif positif Covid-19 di daerah tersebut.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Majalengka, Gandana Purwana mengatakan, sudah beberapa hari terakhir ini Kecamatan Kertajati memimpin penyumbang kasus terbanyak. Sebab, di daerah tersebut terdapat klaster keluarga yang mendominasi. Sementara sebelumnya, Kecamatan Jatiwangi menjadi daerah tertinggi pada pekan kemarin.

“Total Kecamatan Jatiwangi hingga Selasa ini hanya ada 4 orang. Sementara Kertajati sangat tinggi mencapai 28 orang,” ujar Gandana, Rabu (7/4).

Selain itu, ada Kecamatan Kadipaten dan Majalengka menjadi urutan kecamatan lainnya yang terdapat banyak kasus total mencapai 23 orang.

“Angka kasus di 22 kecamatan lainnya di bawah jumlah kecamatan tersebut. Rata-rata di angka belasan,” ucapnya.

Adapun di Kabupaten Majalengka sendiri ada perubahan kecamatan zero kasus positif Covid-19 sejak awal pekan ini. Jumlahnya masih dua, hanya lokasi kecamatannya yang berbeda, yakni Kecamatan Leuwimunding dan Rajagaluh.

“Iya benar, sekarang jumlah kecamatan zero kasus ada dua. Leuwimunding dan Rajagaluh,” jelas dia.

Sementara itu, lanjut Gandana, untuk update distribusi kasus positif Covid-19 hingga hari ini ada penambahan 4 orang. Total hingga awal bulan April tahun 2021 ini sudah mencapai 2.676 orang.

Sedangkan, ada 199 sedang menjalani isolasi mandiri, perawatan di RSUD Majalengka mencapai 20 orang dan di RSUD Cideres 25 orang, RS luar Majalengka masih tetap di angka 19 orang.

“Untuk meninggal dunia 215 orang, dan ada peningkatan juga pada pasien sembuh (selesai isolasi) 36 orang. Total sudah mencapai 2.245 orang,” tandasnya.

Sebelumnya, Pemkab Majalengka akan terus mengebut proses vaksinasi untuk semua lapisan masyarakat. Di bulan Ramadan nanti, vaksinasi juga bakal digelar usai Salat Tarawih.

Bupati Majalengka, Dr H Karna Sobahi MMPd mengatakan, pihaknya akan segera menggelar pertemuan dengan Kemenag, MUI, FKUB dan dewan masjid untuk membahas pelaksanaan vaksinasi di bulan Ramadan.

“Kebetulan sebentar lagi kan bulan Ramadan. Makanya, hari Kamis nanti kita akan rapat dengan Kemenag, MUI, FKUB dewan masjid untuk mengatur vaksinasi pada bulan Ramadan,” ujar Karna.

Selain untuk memudahkan vaksinasi karena masyarakat berkumpul usai salat tarawih, pelaksanaan vaksinasi di siang hari dianggap tidak memungkinkan. Pasalnya, masyarakat masih banyak yang ragu jika vaksinasi digelar siang hari pada bulan Ramadan bisa membatalkan puasa.

“Walaupun MUI sudah memberikan legalitas bahwa vaksin tidak membatalkan puasa, tapi masyarakat kan tetap ragu jika divaksin siang hari. Apalagi kalau muncul efek dari vaksin nanti. Makanya, kita akan ambil langkah vaksinasi mungkin setelah salat tarawih. Kan itu memudahkan karena masyarakat berkumpul,” ucapnya.

Namun, Ia belum bisa memastikan berapa banyak masyarakat yang akan divaksin selama bulan Ramadan nanti. Pemkab Majalengka hanya akan menunggu kiriman vaksin dari pemerintah pusat.

Meski begitu, pihaknya menargetkan 920 ribu masyarakat Kabupaten Majalengka bisa seluruhnya menerima vaksin Covid-19, mulai dari usia di atas 18 tahun ke atas.

“Tentu kalau soal vaksinnya kita menunggu kiriman saja, karena bertahap tidak sekaligus. Kita 920 ribu yang ditargetkan divaksin,” jelas dia. (hsn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *