Kemenpan-RB Utus Petugas Cek Kelayakan IAIN Cirebon jadi UISSI

oleh -89 views

RAKYATCIREBON.ID – Kementerian Pedayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) mengecek kelayakan transformasi IAIN Syekh Nurjati Cirebon menjadi perguruan tinggi setaraf universitas, Universitas Islam Siber Syekh Nurjati Indonesia (UISSI). Kementerian pimpinan Tjahyo Kumolo itu mengutus petugas datang langsung ke lokasi, Jumat (19/11).

Di lokasi, petugas yang enggan disebut namanya ini melakukan asesmen data yang dilampirkan dalam proposal dicocokan dengan fakta lapangan. Data mencakup kemahasiswaan, tenaga pendidikan dan kependidikan hingga manajemen administrasi.

Selain itu, petugas juga memeriksa langsung sejumlah fasilitas fisik seperti luas kampus, gedung kuliah, fakultas, asrama mahasiswa hingga laboratorium. Kesemuanya, bakal jadi penilaian layak tidaknya IAIN Cirebon bertransformasi.

Dalam keterangannya, Rektor IAIN Cirebon, Dr H Sumanta Hasyim MAg mengatakan, kedatangan petugas dari Kemenpan-RB merupakan rangkaian proses alih status kelembagaan berdasarkan Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 20 Tahun 2020 Tentang Transformasi Kelembagaan.

“Hari ini giliran IAIN Syekh Nurjati Cirebon dilakukan visitasi oleh tim dari Kemenpan-RB mencocokan data. Dicocokan semua. Apakah data yang ada di dalam foto (proposal) itu apa benar atau tidak,” kata Sumanta.

Pihaknya tak menampik, jika persiapan transformasi masih minimal. Namun dianggap memenuhi standar yang ditentukan dalam PMA 20/2020. Meski imej siber sudah ramai digemborkan namun untuk menuju universitas dengan karakter siber masih butuh pengembangan.

Sejatinya, program UISSI bagi IAIN Cirebon merupakan kali pertama. Kementerian Agama belum pernah sekalipun mengubah Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) berstatus STAIN atau IAIN menjadi universitas Islam siber layaknya UISSI yang bakal disandang IAIN Cirebon mendatang.

Biasanya PTKIN berstatus STAIN diubah jadi IAIN. Kemudian PTKIN berstatus IAIN bertransformasi menjadi UIN. Namun, IAIN Cirebon sedang berupaya berubah menjadi UISSI. Jika berhasil maka akan jadi universitas Islam siber pertama di Indonesia.

Semua itu bergantung pada, salah satunya, hasil cek lapangan dari Kemenpan-RB ini. Kendati ada beberapa catatan, Sumanta tetap optimis transformasi lembaga dari IAIN Cirebon menjadi UISSI dapat terwujud.

“Kita harus optimis. Visitasi IAIN lain menjadi universitas dengan yang berbasis siber secara umum sama, hanya nanti tinggal ditambahkan siber saja sebagai distingsinya,” jelas dia.

Sumanta berharap, transformasin tersebut dapat segera terwujud, baik kelembagaan maupun tatakelola keuangan. Sehingga IAIN Syekh Nurjati Cirebon bisa lebih otonom dalam pengembangan kampus.

“Lebih mandiri dan progres pengembangan itu lebih cepat. Kita targetnya transformasi ini secepatnya bisa terwujud,” pungkasnya. (wan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.