Keluarga Napi Boleh Kirim Makanan, Tapi Dilarang Bertemu Langsung

oleh -2 views
KIRIM MAKANAN. Pihak keluarga dibolehkan untuk mengirimkan makanan kepada warga binaan di Lapas Kelas II B Majalengka. Tetapi dilarang melakukan kontak langsung karena adanya belasan yang positif Covid-19. FOTO: HASANUDIN/RAKYAT CIREBON

RAKYATCIREBON.ID – Belasan warga binaan di Lapas Kelas II B Majalengka dinyatakan positif Covid-19. Setelah mereka kontak erat dengan salah satu warga binaan yang mengalami gejala. Kini, mereka menjalani karantina. Sehingga, jadwal kunjungan pun ditutup sementara. 

Kepala Lapas Kelas II B Majalengka, Suparman mengatakan, belasan napi diketahui terpapar Covid-19 setelah melakukan tes rapid antigen. Begitu dilakukan pemeriksaan, ternyata hasilnya positif Covid-19.

Pihaknya segera menginformasikan hal tersebut kepada petugas kesehatan Lapas. Kemudian melakukan penelusuran terhadap warga binaan yang melakukan kontak erat.

Diketahui, ada 25 orang yang pernah komunikasi dan melakukan kontak erat. Dari 25 orang tersebut, sebanyak 17 di antaranya dinyatakan positif. Beruntung, mereka yang terpapar ini kebanyakan tidak mengalami gejala apapun. Sehingga kondisi tubuhnya tidak terlalu mengkhawatirkan.

“Sekarang ada 20 orang yang menjalani isolasi. Mereka tidak diperbolehkan  beraktivitas  keluar selama 14 hari ke depan. Hingga mereka selesai karantina menghindari kontak dengan warga binaan lainnya,” ungkap Suparman.

Oleh karena itu, untuk sementara waktu pihaknya menutup kunjungan keluarga ke lapas. Guna menghindari terjadinya kontak erat dengan keluarga. Khawatir keluarga ikut terpapar atau sebaliknya.

Namun pihak Lapas mempersilakan keluarga binaan melakukan pengiriman makanan untuk keluarganya yang berada di Lapas melalui petugas. Dan petugas yang akan menyerahkannya.

“Penitipan makanan atau barang lainnya yang diperbolehkan bisa dikirim untuk diserahkan. Namun pengiriman melalui petugas. Keluarga sementara dilarang melakukan kontak. Selain PPKM Darurat juga memang ada warga binaan yang positif,” katanya.

Menurut Suparman, semua warga binaan sebetulnya telah menjalani vaksinasi pada 29 Juni lalu. Vaksinasi kedua akan dilakukan beberapa hari ke depan di Lapas oleh petugas kesehatan.

Diharapkan dengan dilakukannya vaksinasi ini, bisa memiliki imun yang lebih kuat. Walaupun terpapar, tidak sampai parah karena sudah ada ketahanan di dalam tubuhnya. (hsn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.