KBM Tatap Muka Dibolehkan

oleh -5 views

RAKYATCIREBON.ID – Status penyebaran covid-19 di Kabupaten Kuningan masuk ke zona kuning, Bupati Kuningan H Acep Purnama mengisyaratkan untuk dibukanya kembali kegiatan belajar mengajar tatap muka di sekolah.

“Untuk kegiatan belajar mengajar ini sudah diserahkan kebijakannya ke Pemerintah Daerah setempat ya. Namun kami tetap memberikan kebijakan ini pada pihak penyelenggara pendidikan yakni sekolah-sekolah,” kata Bupati Kuningan H Acep Purnama beberapa waktu lalu.

Menurutnya, jika pihak sekolah bersama jajarannya mampu menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar dengan pengetatan-pengetatan pelaksanaan protokol kesehatan, pihaknya akan mempersilakan mereka menyelenggarakan KBM tatap muka.

“Selama bisa menyelenggarakan prokes dengan pengetatan-pengetatan yang sudah kita sosialisasikan, mangga, silakan. Jika belum bisa menyelenggarakan, jangan, karena yang bertanggungjawab adalah pihak penyelenggara,” tandasnya.

Kalau ada sesuatu yang menyangkut pelanggaran prokes ini, pihaknya tidak segan-segan akan memberikan sanksi. Yang terpenting, menurut Bupati, adalah adanya upaya yang baik dan benar sesuai aturan yang sudah ditetapkan.

“Pengetatan prokes ini mutlak, harus diikuti. Tidak boleh ada pelanggaran. Seperti aturan jam pelaksanaan KBM dan kapasitas ruangan ini harus diikuti sesuai aturan,” imbuh Acep.

Dari sana, mulai Kepala Sekolah, hingga tenaga pengajarnya, harus kompak bertanggungjawab selaku pihak penyelenggara KBM.

Dari pantauan dilapangan, sebagian sekolah, akan memulai kegiatan belajar mengajar tatap muka. Pihak sekolah sudah menyebar jadwal pelaksanaan KBM ini pada para orangtua.

Dari jadwal yang tersebar, mereka menerapkan jadwal KBM dengan sistem bergiliran. Untuk satu kelas, para siswa akan dibagi ke dalam dua kelompok belajar (kelas). Waktu pembelajaran pun tidak terlalu lama dan dilakukan pergiliran jadwal masuk setiap harinya.

Diperbolehkannya penyelenggaraan KBM tatap muka ini sedikit banyak, membuat para orangtua siswa sumringah. Karena selama satu tahun ini, anak-anak mereka sangat menantikan suasana belajar di sekolah.

“Iya, dalam sepekan anak saya dapat jadwal dua hari KBM tatap muka, sisanya masih daring. Agak lega juga, karena kalau belajar dari rumah terus, rasanya membosankan dan tidak ada ruang interaksi langsung anak saya dengan kawan-kawannya juga dengan para gurunya,” tutur Dewi, yang anaknya belajar di salah satu Sekolah Dasar di Kuningan.(ale)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *