KBM Belum Bisa Tatap Muka

oleh -18 views
SOAL KBM. Rapat dengar pendapat Komisi IV DPRD Kabupaten Cirebon bersama Disdik, Dewan Pendidikan, MKKS SMP serta pihak terkait membahas pemberlakuan KBM Tatap Muka, kemarin.
SOAL KBM. Rapat dengar pendapat Komisi IV DPRD Kabupaten Cirebon bersama Disdik, Dewan Pendidikan, MKKS SMP serta pihak terkait membahas pemberlakuan KBM Tatap Muka, kemarin.

RAKYATCIREBON.ID – Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) Tatap Muka di Kabupaten Cirebon, masih belum diberlakukan. Padahal, sudah banyak masukan, agar dilaksanakan segera.

Namun, aturannya belum ada. Sehingga, masih muncul kekhawatiran, ketika dipaksakan, akan melawan aturan.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon, Drs H Asdullah Anwar MM menjelaskan secara pribadi, dirinya menginginkan adanya KBM Tatap Muka. Bahkan, pihaknya sudah mengeluarkan surat edaran.

Tapi, muncul aturan baru dari pusat. Pelaksanaan pembelajaran secara during dilaksanakan sampai Juli mendatang.

“Karena itu, harus mengikuti aturan petunjuk yang telah ditetapkan pusat,” kata Asdullah, usai mengikuti rapat dengar pendapat bersama Komisi IV DPRD Kabupaten Cirebon terkait KBM Tatap Muka, Rabu (17/3).

Pemerintah Pusat, kata Asdullah, sudah memutuskan, KBM Tatap Muka dimulai Juli mendatang. “Makanya, sampai Juli nanti, KBM tetep daring. Tapi tetap mengikuti kalender pendidikan. Ramadhan sebentar lagi, sekolah libur,” tuturnya.

Banyak usulan, agar dibulan ramadhan ada kegiatan. Tapi tetap tidak diperbolehkan. Sebenarnya, kata Asdullah, saat rapat dengar pendapat, muncul usulan, untuk menjadikan sekolah percontohan menjelang diberlakukannya KBM Tatap Muka Juli mendatang. Tapi, semua khawatir. Akan ada pemanggilan dari Satgas Covid-19.

“Persoalannya, sekolah-sekolah takut,. Hasilnya kita tetap mengikuti intruksi pusat” ucapnya.

Ketua MKKS SMP Negeri Kabupaten Cirebon, Drs Didin Jaenudin MM menjelaskan dirinya mengajukan sekolahnya siap dijadikan percontohan. Baik SMPN 1 Sumber atau SMPN 1 Lemahabang siap menerapkannya.

“Kami sebenarnya siap. Karena protokol kesehatan (prokes) nya sudah kami tempuh. Kami ingin ketika Juni Juli jreng. Sudah siap. Jangan-jangan nanti malah uji coba lagi,” tuturnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *