Kapolres Ciko Pantau Prokes di Sekolah, Kaget Disambut Murid Berbahasa Inggris

oleh -19 views
KUNJUNGAN KAPOLRES. Owner CIS Fullday School, Ustad Dede Muharam Lc menjelaskan kondisi sekolah di hadapan rombongan Kapolres Ciko. FOTO: ASEP SAEPUL MIELAH/RAKYAT CIREBON

RAKYATCIREBON.ID – Melonjaknya kasus Covid-19 di berbagai daerah di tanah air, termasuk Kota Cirebon, membuat pihak kepolisian juga turun tangan. Kapolres Cirebon Kota, AKBP Imron Ermawan beserta jajarannya, memantau penerapan protokol kesehatan di lembaga pendidikan.

Salah satu sekolah yang dikunjungi adalah Cirebon Islamic School (CIS) Fullday School di Harjamukti, Senin (20/6). Kedatangan rombongan kepolisian ke CIS, disambut langsung ownernya, Ustad Dede Muharam Lc dengan protokol kesehatan yang ketat. Rombongan juga disambut oleh para murid yang berbahasa inggris.

Di sana, Kapolres berkesempatan memantau penerapan prokes di lingkungan sekolah menjelang pembelajaran tatap muka yang diwacanakan pemerintah. Sekaligus juga berdialog dengan beberapa murid yang hadir.

Kapolres Cirebon Kota, AKBP Imron Ermawan mengungkapkan, niat utama kedatangannya untuk bersilaturahmi dengan tatap muka bersama para murid dan guru.

“Di sini kami melihat para penerus agama dan negara, yang akan melanjutkan kami. Saya kaget, masih kecil bahasa Inggrisnya sudah lancar. Siang ini kami hadir, pertama silaturahmi,” ungkap Imron usai berdialog dengan para murid CIS.

Selain bersilaturahmi, Imron juga berdialog dan menyampaikan motivasi kepada para murid, agar mereka tetap bersemangat belajar, meskipun dalam kondisi pandemi yang tak berkesudahan.

Terlebih lagi, pelaksanaan sekolah saat ini tidak seefektif saat normal sebelum pandemi. Sehingga kondisi tersebut sedikitnya mempengaruhi semangat belajar para siswa.

“Saya memotivasi murid di sini untuk menatap masa depan. Selain belajar agama, wajib belajar Bahasa Inggris,” ujar Imron.

Pada kesempatan tersebut, Imron juga menekankan pihak sekolah untuk tetap ketat terhadap penerapan prokes, karena sampai saat ini perkembangan penyebaran Covid-19 semakin mengkhawatirkan.

“Saya doakan semoga cita-citanya tercapai. Salah satunya mereka ada yang ingin menjadi TNI-Polri. Kami juga sampaikan protokol kesehatan agar tetap diterapkan, jangan sampai sekolah ini abai prokes. Bilamana PTM jadi dilaksanakan, jangan sampai abai,” tegas Imron.

Sementara itu, Owner CIS Fullday School, Ustad Dede Muharam Lc mengapresiasi kunjungan dan perhatian jajaran kepolisian kepada para murid di CIS Fullday School.

Kesempatan kunjungan kemarin, kata Dede, menjadi kesempatan yang baik untuk memperkenalkan kepolisian kepada para murid. Sehingga mereka bisa mulai mengenal apa itu polisi, berikut tugas dan fungsinya. Agar mereka tidak takut kepada polisi.

“Terima kasih, kami gembira atas kunjungan ini. Kebanggaan kami, menjadi percontohan nasional. Baik dari keagamaan dan karakter Bahasa Inggris. Terima kasih juga atas support dan semangat yang disampaikan pak Kapolres,” ungkap Dede Muharam.

Di hadapan Kapolres, Dede juga menjelaskan bahwa sudah sejak lama CIS Fullday School melaksanakan pembelajaran tatap muka, dengan menerapkan prokes yang ketat. Mulai dari pengetatan akses masuk, juga jadwal belajar murid yang dibagi dalam tiga shift.

“Selama pandemic, pembelajaran kami bagi tiga shift. Orang tua yang mengantar hanya boleh sampai gerbang. Hari ini mereka senang bisa bertemu bapak-bapak polisi,” kata KDM, sapaan akrabnya. (sep)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.